Rabu, 13 September 2017

UMUR


Pizza ultah

Selama dua puluh tujuh tahun perjalanan hidup saya, saya selalu merasa setiap tahun adalah lebih baik dari tahun sebelumnya. Tiap tahun ada pencapaian baru yang di tahun sebelumnya terasa susah dicapai. Dan saya rasa ini dialami oleh semua manusia. 

Walau sungguh sulit untuk menerapkan 'hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan besok harus lebih baik dari hari ini', tapi jika diakumulasikan dalam setahun, sebetulnya halini tetap tercapai. Alhamdulillah.

Konsisten adalah satu hal yang sulit namun bisa dicapai dengan semangat gigih. Banyak coretan saya di buku 'ide' yang akhirnya tercapai tahun ini. Bahkan saya tidak menyadari ada beberapa pencapaian yang ternyata sudah saya tuliskan sebelumnya. Tak ada yang tak mungkin. Tulislah semua. Kita tidak tahu mana yang akan diamini malaikat, kan?

Di umur delapan belas tahun, saat akan lulus sekolah SMA, saya pernah bertanya pada seorang alumni sekolah. Ia berumur 23 tahun saat itu, artinya ia telah 5 tahun meninggalkan bangku sekolah.

"Kak, apa rasanya menjadi seseorang yang sudah 5 tahun meninggalkan sekolah?"

Ia tampak bingung dengan pertanyaan saya, keningnya berkerut. Saya juga tak tahu pasti arah pertanyaan saya, tercetus begitu saja. Saat itu saya melihat ia sebagai wanita dewasa yang berpakaian modis dan cantik. Dan saya penasaran bagaimana rasanya. Lebih tepatnya, bagaimana rasanya menjadi seseorang yang berumur 23 tahun. Dan pertanyaan itu membuat dia bingung.

"Yah, sama aja sih," katanya singkat.

Oke, saya pun mengangguk pura-pura mengerti. Saya tahu betul umur 18 tahun dan 23 tahun pasti rasanya tidak sama!

Saya selalu penasaran dengan masa depan saya saat itu. Seperti apakah yang saya lakukan di masa depan, saat saya seumuran Kakak itu? Bahkan saya berkhayal mungkin saya akan menikah di umur 24 tahun (saya sempat menuliskan ini di diary). Dan lalu ternyata menikahnya umur 22, haha.

Dan sesuatu yang akhirnya tak saya duga, saya sampai di umur 23 tahun. Dan saya tersenyum bingung mengingat hal ini. Saya jadi bertanya-tanya pada diri sendiri.

"Apa yang saya rasakan saat kini telah berumur 23 tahun?"

Tak diragukan lagi, kening saya juga berkerut, seperti Kakak yang waktu itu, haha.

"Rasanya.. hmm.. oke,"

Mengenai 'rasa', saya juga bingung. Mungkin rasanya 23 tahun membuat saya menjadi lebih agak dewasa, mungkin dari segi pemikiran? Dan mungkin rasanya lebih bebas untuk memutuskan sesuatu? (Klise ya).

Saya rasa hal ini harus kita lihat dari rahun per tahun, apa saja sih perubahan yang dialami? Tidak bisa dipertanyakan di satu titik, seperti pertanyaan 'Apa rasanya menjadi 23 tahun'. Mungkin lebih benar kalau pertanyaannya 'Apa perubahan yang dialami dari umur 18 tahun sampai 23 tahun'. Bener nggak? Pertanyaan ini lebih mudah dijawab.

Lalu, pertanyaan saat ini,

"Apa saja perubahan yang dialami sampai kini berumur 27 tahun?" 

Oke, mari kita mulai (what?? 
Baru mulai??).

27 tahun itu sama sekali tidak terasa. Waktu berjalan terlalu cepat buat saya. Untungnya masih tersimpan ingatan saat masih Sd, SMP, SMA, kuliah. Di bantu juga oleh diary-diary yang menyimpan kenangan-kenangan itu. Walau kenangan itu terasa jauh, tapi tak menyangka bahwa rentang waktunya memang sudah begitu jauh. Sekarang sudah menginjak 27 tahun!

Dewasa? No!
Saya tidak pernah dan tidak suka mengatakan bahwa diri saya sudah dewasa. Dewasa itu bukan soal umur, dan saya juga tak tahu pasti apa tolok ukurnya. Begitu membingungkan. Biasanya dewasa itu identik dengan sifat sabar, bijaksana, tanggung jawab dan sebagainya. 

Saya masih dalam proses kalau soal sifat-sifat itu, jadi dengan jujur saya katakan bahwa saya belum dewasa. 

Syukur. Mungkin ini yang selalu mengisi hari-hari saya dari saat menginjak umur 20 tahun. Mulai melek dengan segala anugerah yang ada dan mensyukurinya. Saat remaja saya banyak mengeluh dan jarang bersyukur. Bersyukur itu wajib, bahkan disaat yang 'kelihatannya' tak layak disyukuri.

Sebenarnya banyak hal yang berubah dari tahun ke tahun. Namun susah di ungkap, karena kita adalah pengamat yang buruk tentang diri sendiri. Iya kan? 

Berusaha lebih baik dari waktu ke waktu. Berusaha menghargai waktu. Meminimalisir terbuangnya waktu. Menjauh dari hal sia-sia. Menjadi diri yang terbaik saat ajal tiba. aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini ^-^