Senin, 11 September 2017

PLANNER


Di bulan februari lalu, saya membuat buku planner untuk bulan itu. Sudah saya bikin bagus-bagus untu data-data kegiatan perhari. Goal-goal dalam satu harinya. Namun hanya berjalan tak sampai 5 hari, semua pun saya tinggalkan dan kembali ke rutinitas 'suka-suka'. 

Itu kali kedua saya membuat planner. Kali pertama sempat berjalan lebih dari 40 hari. Sesuai teori di buku Habits-nya Felix Xiauw, kebiasaan yang dijalankan 40 hari akan menjadi kebiasaan selamanya. Saya berharap demikian, namun di hari 40 sekian saya kembali ke rutinitas 'suka-suka'.

Apa yang membuat saya tidak konsisten?

Setelah saya koreksi lagi, ternyata selain kurang motivasi, yaitu banyaknya hal yang di luar rencana. Hal-hal mendadak yang tidak sesuai prediksi, dan itu membuat saya frustasi. Jadwal ini berganti jadi jadwal itu. Jadwal yang ini harus diganti, jadwal yang itu harus ditunda. Mengesalkan dan itu membuat mood saya berantakan untuk melanjutkan buku planner.

Dijadwalkan malah berantakan, apalagi kalau tidak dijadwalkan?

Dari situ saya selalu kembali dan kembali membuat planner. Membuat planner seperti membuat harapan baru atas kemungkinan-kemungkinan yang ada. Sedikit bersemangat lagi.

Konsisten hal yang sangat rumit penerapannya. Dibutuhkn mental baja dan kekuatan fisik yang tahan banting. Sering kali jadwal saya dikalahkan oleh rasa lelah dan keinginan untuk beristirahat sejenak. Dan waktu tak berhenti untuk menunggui saya berleha-leha. 

Saya membuat rencana harian lagi. Yang lebih spesifik, lengkap, dan ditambah waktu untuk kejadian-kejadian tak terduga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini ^-^