Senin, 28 Maret 2016

Ibu bekerja di era informatika

Mohon maaf sebelumnya. Postingan ini hanyalah tentang diri saya. Jangan ada yang bawa perasaan apalagi bawa perkakas buat nyangkul saya.

Ibu bekerja versus ibu rumah tangga itu selalu menjadi topik yang sensitif. Para pelakunya selalu membela diri, menganggap dirinyalah yang paling benar. Begitu juga saya, saya menganggap bahwa posisi saya sekarang ini adalah posisi ideal bagi seorang wanita. Punya anak dan bisnis online dari rumah dengan omset puluhan juta. Asik kan.

Kalau ada yang bisa saya katakan tentang ibu bekerja kantoran adalah... ibu yang kurang kreatif. Jujur banget ini loh. Masyarakat 2016 jika masih berpikir mencari uang harus dengan ke kantor, pasti bukan orang yang kreatif, minimal pasti dia gak suka baca buku. Karena bekerja dari rumah adalah pilihan yang tokcer kan? Omsetku puluhan juta loh, kerja kantoran tuh gaji gak lebih dari 5 juta kan. Waktu habis dari pagi sampai sore, lalu pas pulang anak pun bertanya, "Anda siapa?" Karena tak ada waktu kebersamaan anda dengan si kecil.

Bukan hal yang salah jika saya bilang bahwa ibu bekerja kantoran adalah ibu yang kurang kreatif. Dan banyak Ibu yang bekerja di luar rumah beralasan atas nama dakwah serta pendidikan ummat. Namun tak punya waktu untuk mendidik anak sendiri. Jleb banget ya? Sori, sengaja.

Soalnya saya suka gemas dengan ibu-ibu jaman kekinian yang maunya bikin anak tapi malay ngurusin anak. Syedihhh.

Saya hidup dengan kedua orang tua pekerja kantoran.Tau banget rasanya kesepian di rumah, apalagi saya hanya punya satu kakak. Klo kakak belum pulang sekolah, ya lalu saya berbicara dengan teman khayalan saya di dalam cermin. Haha, setres.

Di tengah sibuknya Ibu saya bekerja, beliau selalu mendoakan dan menitipkan saya pada Allah. Makanya masa remaja saya itu lempeng banget. Gak pernah kena pergaulan bebas, narkoba, tawuran, cabe-cabean dll. Sampe pacaran juga gak pernah. Saya penasaran juga, apa gerangan doa Ibu saya sehingga saya bisa terlindung dari pergaulan yang aneh2, hhe.

Makanya, komunikasi ortu-anak itu penting. Tak akan terbangun dengan baik bila bertemu pun jarang.

Makanya saya heran, kenapa banyak Ibu yang memilih kerja kantoran untuk meninggalkan tugas penting mendidik anak. Heran kenapa ibu bekerja banyak yang ragu dengan online shop yang nyata menghasilkan dan bisa dikerjakan dari rumah. Alasannya sih klise, online shop penghasilannya gak tetap. Ya iya sih, penghasilan onlne shop itu kalo omsetnya gak naik dikit ya berarti naik banyak. Hahahahaha. Online shop itu sama kayak buka warung. Semakin lama semakin berkembang dan luas jaringannya. Sementara kerja kantoran kan semakin lama ya semakin bosan, wkwkwwkk.

Sekali lagi, menurut saya pribadi, ibu muda yg memilih kerja kantoran di jaman dian sastro butuh aqua ini, merupakan ibu yang kurang k-e-r-e-a-t-i-p. TitiQ

1 komentar:

komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini ^-^