Jumat, 08 Januari 2016

Diusir dari grup ODOJ #1day1post #8

Sebetulnya ini hal yang memilukan dan memalukan untuk saya pribadi hahaha *ketawa garing*.

Beberapa waktu yang lalu, kira-kira sebulan yang lalu, saya berminat mengikuti grup one day one juz (odoj). Di mana kita akan dimasukkan di grup whatsapp yang mengharuskan kita untuk membentuk kebiasaan membaca Al-Quran 1 juz per hari (20 halaman).

Saya nggak merasa untuk mengikuti grup tersebut harus ada persiapan khusus. Jadi saya ya daftar aja waktu itu. Maksud saya, syaratnya kan harus kelar 1 juz perhari aja khan??? Iya sih.

tapiiii, 1 juz yang saya bilang sebagai AJA itu ternyataaaa....

2 minggu kemudian saya di kick dari grup.
Karena tidak kholas beberapa hari ( ̄^ ̄゜)

Demi membangun habit yang baik ini, saya meminta admin grup untuk kembali memasukkan saya dalam grup odoj. Saya pun dimasukkan lagi di grup yang lain dan kini saya masih selamat dan belum di kick (jangan sampe deh).

Hikmahnya...
Membangun kebiasaan baik itu sungguh banyak godaan setannya. Saya merasa sangat tertantang karena ini masih menjadi hal yang cukup berat bagi saya. Membaca Al-quran 1 juz perhari di sela-sela mengurus anak, chatting dengan pelanggan dan membungkus barang dagangan, bukan hal yang mudah bagi saya. Mengapa saya merasa hal ini berat? Jika hal baik seperti membaca Al-quran masih terasa berat bagi saya, berarti masih begitu banyak setan dalam kepala saya ini, begitu pikir saya. Saya pun termotivasi untuk tetap melanjutkan odoj ini demi kebaikan saya sendiri. Bukan demi orang lain, bukan demi pamer, tapi karena saya memang BUTUH odoj untuk kesehatan mental saya pribadi.

Hanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang.

Tips odoj:
Apalah saya, hanya seorang yang pernah diusir dari grup odoj lalu sok-sokan ngasih tips😝 . Tapi kan apa salahnya berbagi gitu khann..

Jadi gini. Jika ingin odojmu sukses, kuncinya 1: utamakan odoj dulu sebelum mengerjakan apapun (kecuali sholat). Misal gini, ketika kita akan baca Al-quran, di situ setan lewat dan membisikkan untuk mengingatkan pekerjaan-pekerjaan lain untuk kita lakukan lebih dahulu. Gak percaya? Coba aja sendiri. Coba pegang Al-quran dan berniat untuk membacanya, pasti nanti tiba-tiba kita jadi seperti keingetan sesuatu, ehh kayaknya tadi sms si anu belom gue bales deh *lalu malah buka hp*. Eh kayaknya tadi jemuran belom diangkat deh, eh kayaknya nih lantai harusnya gue sapu dulu deh. Dan hal-hal serupa lainnya. Saran saya, jika pikiran-pikiran itu datang, jangan diturutin, soalnya kalau udah sekali kita menunda, pasti tak terasa sehari berlalu gitu aja tanpa ada kesempatan untuk odoj. Jadi, ketika ada pikiran untuk menunda, justru saat itulah kita harus teguhkan hati untuk menyelesaikan odoj dahulu dari kegiatan yg lain.

Sekian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini ^-^