Blog Archive

Selasa, 19 Januari 2016

Manfaat sebuah novel #1day1post #19

Oke,
Hestek #1day1post terkesan bulshit ya? Secara postingannya enggak sehari sekali. Sekarang tanggal 19 dan harusnya udah hestek yang ke #19
Hufhhhhh

Lalu saya mendadak ketemu satu ide untuk dituliskan dikala saya mencuci baju. Yaitu tentang manfaat sebuah novel. Btw, saya udah beli chronicle of audy yang buku ke tiga hahahaha. Baru baca dikit.

Jadi geneh yahh
Ketika membaca sebuah novel, saya pikir ianya harus memberi manfaat. Yah sekedar menghibur juga bisa. Tapi manfaat yang lebih dari itu saya rasa juga penting. Seperti novel-novel asma nadia. Unsur-unsur religi butuh diselipkan di sana agar novel tak hanya jadi ladang uang namun juga ladang pahala. Cieee.

Saya menyadari ini belakangan dan kini tengah berusaha keras menulis sesuatu yang bermanfaat.

Novel Audy yang sedang saya baca ini contohnya. Sangat menghibur. Tapi dari sisi religi sih enggak memberi efek ya, secara ini bukan novel religi. Tapi saya agak lucu juga. Soalnya orizuka itu kan jilbaber, tapi di novelnya ini tak ada sentuhan religi sama sekali. Why. Bahkan para pemeran pun tak dijelaskan beragama apa. Sepertinya sih Audy itu islam ya? Tapi Rex? Namanya kayak bukan islam ya? Trus nanti hubungan beda agama dong? -pembaca-yang-ribet-yah-

Hanya ada selipan-selipan seperti aku keluar kamar selepas subuh. Hal-hal kecil seperti itu. Tak dijelaskan apakah dia sholat subuh dulu? Orizuka sepertinya tak ingin membuat cerita dengan unsur religi sama sekali. Namun saya perhatikan, ia masih menjaga agar novelnya tak menjadi 'liar'. Seperti pada saat Audy harus tinggal bersama dengan empat cowok. Dalam islam mungkin itu semacam what.the.hell banget lah. Tapi orizuka memperhalusnya dengan membuat Audy tinggal di paviliun belakang (tidak jadi serumah).

Saya pribadi sangat menyukai cara menulis orizuka yang ringan dan lucu. Saya pikir, jika ia membuat novel religi dengan gaya seperti itu,pastilah novel religi akan digandrungi oleh para remaja. Saya sedang mencoba membuat yang seperti itu. Mudah-mudahan bisa yaaaa aminnn 

Kamis, 14 Januari 2016

Ada bom #1day1post #11

Hari ini abis tidur siang tetiba wa kok banyak banget yak. Ada apaan nih di semua grup? Taunya ada bom di sarinah. Langsung liat tipi. Hebohh

Sekian

Selasa, 12 Januari 2016

Oohh.ya ampun #1day1post #10

Jadi beberapa hari yang lalu saya sempat ingin posting sesuatu, tapi ternyata enggak jadi karena satu dan lain hal. Jadi postingan itu masih dalam bentuk draf ajah. Mang tentang apa sih?? Kepo deh.

Jadi kayaknya saya postingnya besok ajah yah. Sekian. Mau kasih tau.itu ajah. Hahah

Sabtu, 09 Januari 2016

Kiamat #1day1post #9

Hari ini mau pakai bahasa -gue-

Dua hari ini gue dikagetkan oleh sebuah kenyataan pahit yang gue baru tau sekarang.  Rasanya pengen jedotin kepala deh. Pasalnya masalah ekonomi dan presiden luar biasa aja udah menunjukkan kiamat di depan mata. Ditambah dengan hal yang baru kemarin gue tahu ini.

Oke-jadi-ini-masalah-apa?

Duluuu banget gue pernah tulis tentang postingan cewek ganteng dan cowok cantik. Namun, karena perpindahan domain, postingan tersebut gak bisa dibaca lagi. Dulu gue tulis hal itu di blog buat lucu-lucuan aja, soalnya saat itu gue baru tau ternyata ada yang namanya cewek ganteng dan cowok cantik. Saat itu gue berpikir bahwa mereka pun berdandan seperti itu juga buat lucu-lucuan aja. Dan gue pikir yang semacam itu hanya banyak di thailand aja.

Dan dua hari lalu gue gak ada kerjaan dan searching instagram. Dan ketemu suatu akun gue lupa namanya. Intinya akun itu nge-repost foto-foto cewek tomboy. Akun apaan nih. Isinya cewek ganteng semua. Kebanyakan sih cewek-cewek itu mukanya masih pada cewek banget, cuman rambutnya dipendekin. Tapi ada beberapa yang mukanya kok cowok banget ya. Namanya pinisirin, gue pun ngeklik salah satu akun cewek ganteng itu. Nah di sinilah gue mulai ternganga-nganga.

Postingan foto dan videonya sama cewek yang berpenampilan cewek banget. Klo diliat sekilas tuh kayak cowok dan cewek, tapi klo diliat dengan jeli, itu tuh sebenernya cewek sama cewek!! What? Mungkin sahabat kali ya. Tapi gw liat captionnya "my everything ❤"

Oke.

Lalu gue dengan ke-kepoan tingkat sherlock holmes, gue pun liat-liat siapa aja yang dia follow. Ternyata yang dia follow semuanya juga cewek tomboy. Gue klik satu-satu. Dan tau apa??? Rata-rata cewek2 tomboy itu posting gambar sama ceweknya! Gue ulang ya, CEWEKNYA!

Ampun.
Dah.

Sudah sebesar apakah fenomena LGBT di indonesia ini. Jarang diliput media, tapi berkembang begitu pesatnya. Thanks to Ahmad Dhani yang udah membentuk the virgin, sehingga cewek-cewek pada terinspirasi jadi tomboy. Jangan-jangan ini memang kontrasepsi yaudin. Entahlah.

Fenomena cewek tomboy ini sungguh terlalu... bikin sakit kepala dan .. sakit mata.

Jumat, 08 Januari 2016

Diusir dari grup ODOJ #1day1post #8

Sebetulnya ini hal yang memilukan dan memalukan untuk saya pribadi hahaha *ketawa garing*.

Beberapa waktu yang lalu, kira-kira sebulan yang lalu, saya berminat mengikuti grup one day one juz (odoj). Di mana kita akan dimasukkan di grup whatsapp yang mengharuskan kita untuk membentuk kebiasaan membaca Al-Quran 1 juz per hari (20 halaman).

Saya nggak merasa untuk mengikuti grup tersebut harus ada persiapan khusus. Jadi saya ya daftar aja waktu itu. Maksud saya, syaratnya kan harus kelar 1 juz perhari aja khan??? Iya sih.

tapiiii, 1 juz yang saya bilang sebagai AJA itu ternyataaaa....

2 minggu kemudian saya di kick dari grup.
Karena tidak kholas beberapa hari ( ̄^ ̄゜)

Demi membangun habit yang baik ini, saya meminta admin grup untuk kembali memasukkan saya dalam grup odoj. Saya pun dimasukkan lagi di grup yang lain dan kini saya masih selamat dan belum di kick (jangan sampe deh).

Hikmahnya...
Membangun kebiasaan baik itu sungguh banyak godaan setannya. Saya merasa sangat tertantang karena ini masih menjadi hal yang cukup berat bagi saya. Membaca Al-quran 1 juz perhari di sela-sela mengurus anak, chatting dengan pelanggan dan membungkus barang dagangan, bukan hal yang mudah bagi saya. Mengapa saya merasa hal ini berat? Jika hal baik seperti membaca Al-quran masih terasa berat bagi saya, berarti masih begitu banyak setan dalam kepala saya ini, begitu pikir saya. Saya pun termotivasi untuk tetap melanjutkan odoj ini demi kebaikan saya sendiri. Bukan demi orang lain, bukan demi pamer, tapi karena saya memang BUTUH odoj untuk kesehatan mental saya pribadi.

Hanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang.

Tips odoj:
Apalah saya, hanya seorang yang pernah diusir dari grup odoj lalu sok-sokan ngasih tips😝 . Tapi kan apa salahnya berbagi gitu khann..

Jadi gini. Jika ingin odojmu sukses, kuncinya 1: utamakan odoj dulu sebelum mengerjakan apapun (kecuali sholat). Misal gini, ketika kita akan baca Al-quran, di situ setan lewat dan membisikkan untuk mengingatkan pekerjaan-pekerjaan lain untuk kita lakukan lebih dahulu. Gak percaya? Coba aja sendiri. Coba pegang Al-quran dan berniat untuk membacanya, pasti nanti tiba-tiba kita jadi seperti keingetan sesuatu, ehh kayaknya tadi sms si anu belom gue bales deh *lalu malah buka hp*. Eh kayaknya tadi jemuran belom diangkat deh, eh kayaknya nih lantai harusnya gue sapu dulu deh. Dan hal-hal serupa lainnya. Saran saya, jika pikiran-pikiran itu datang, jangan diturutin, soalnya kalau udah sekali kita menunda, pasti tak terasa sehari berlalu gitu aja tanpa ada kesempatan untuk odoj. Jadi, ketika ada pikiran untuk menunda, justru saat itulah kita harus teguhkan hati untuk menyelesaikan odoj dahulu dari kegiatan yg lain.

Sekian

Kamis, 07 Januari 2016

Anniversary 3th #1day1post #7

Alhamdulillah 3 tahun sudah perjalanan rumah tangga ini. Semoga selalu di berkahi. Doa dan usaha tanpa henti. Tuk gapai jannah Illahi.

Aku yang tak sempurna sebagai istri. Ingin lengkapi dirimu sebagai suami. Jangan lupa untuk selalu muhasabah diri. Saling mengingatkan dikala khilaf meliputi. Mari kita beri contoh untuk buah hati. Agar nanti kita tak menyesali.

Mari sambut tahun ini. Dengan semangat yang terbarui. Semoga kita selalu jatuh hati. Pada Dia Sang illahi.

Dari istrimu yang bukan bidadari.

Rabu, 06 Januari 2016

Menulis itu #1day1post #6

Ya Allah...
Betapa membaca itu lebih mudah 100 kali daripada menulis...
*meratapi layar kosong microsoft word*

Selasa, 05 Januari 2016

Browsing #1day1post #5

Yaampun. Sejam yang lalu sebenernya udah niat mau nulis blog, tapi gara-gara buka browser -entah-cari-apa-awalnya trus jadi keterusan. Kayaknya tadi awalnya liat resep nugget ayam terus kenapa tadi terakhir malah kepoin kesehariannya blogger -yang-entah-siapa-tapi-ceritanya-seru.

Terus tersadar sejam sudah berjalan sia-sia. Akhirnya buka app blogger dan mulai nulis ini. Terus lupa ya apa yang tadi mau ditulis.

Senin, 04 Januari 2016

Inspirasi baru #1day1post #4

Jadiiii ceritanya saya dapet inspirasi baru gara2 kmrn baca novel orizuka. Ide terus berjalan di kepala saya dari pagi sampai sore kemarin sampai akhirnya saya tuliskan juga di buku catatan.

Udah lama gak ngerasa semangat kayak gini. Mudah2an semangatnya awet sampe novelnya jadi. Amin ya Allah.

Minggu, 03 Januari 2016

Review novel #1day1post #3

Oke, berapa tahunkah saya tidak membaca novel?? Entahlah, mungkin sekitar 1 tahun?? Seingat saya novel terakhir yang saya baca adalah novel tereliye, tapi kayaknya cuma 20 halaman pertama ya? Soalnya mengurus anak dan online shop itu gak bikin kita bisa berleha-leha di rumah, kan? Haha.

Jadi beberapa hari yang lalu saya berkeinginan untuk memulai kebiasaan baru untuk di tahun yang baru ini. Tepatnya sih membangun kembali kebiasaan lama. Salah satunya seperti ngeblog dan membaca buku. Salah dua ya tepatnya.

Saya punya koleksi buku yang cukup banyak. Mungkin sekitar seratus buku yang masih terpajang di rak buku. Ada seratus buku lagi yang kesemuanya komik, yang saya jualin di tokopedia. Buku yang masih terpajang di rak buku terdiri dari novel dan non-fiksi motivasi.  Mungkin ada sekitar 20 buku yang masih belum saya baca. Iya, bener, 20-an buku. Kayaknya hobi saya hanya beli buku deh, bukan membacanya.

Alih-alih membaca buku-buku yang belum terbaca itu, saya malah berniat beli buku baru *tepok jidat*. Pilihan saya jatuh pada buku karangan Orizuka. Saya sering melihat review novelnya dan kelihatannya seru. Gak pikir lama, saya langsung cari di tokopedia. Dan lalu saya menemukan bahwa banyak yang menjual novel second berkondisi bagus. Kenapa enggak? Mengingat buku-buku jaman sekarang udah gak rasional lagi harganya *lirik buku bisnis yang saya beli 200rb*

Banyak buku secondnya Orizuka dijual di tokopedia. Pilihan saya jatuh pada tetralogi 4R. Dulu pernah baca reviewnya dan sepertinya menghibur. Lalu saya mendapat 2 buku pertamanya dengan harga 30rb (untuk 2 buku). Murah kan? Dan setelah mendarat di rumah saya, keadaannnya masih sangat bagus. Oke, saya gak akan beli novel baru di gramedia lagi.

Agak mengejutkan, saya menyelesaikan 2 buku itu dalam 1 hari. Mengejutkan untuk saya yang setahun gak baca novel. Saya akan mereviewnya sedikit. Errr.. mungkin banyak..

Tokoh utama bernama audy (22y). Karena terjebak kemiskinan, ia menjadi pembantu di rumah 4 cowok ganteng bersaudara (terlalu klise bak ftv) yang bernama Regan (26y), Romeo (22y), Rex (17y), Rafael (4,5y).

Saya pikir, Orizuka mungkin pernah berkhayal menjadi Audy. Tinggal serumah dengan 4 cowok ganteng. Uh yeah,, impian para gadis bak drama korea.

Cerita yang seru dan lucu. Beberapa kali saya terpingkal dengan celetukan yang ada. Seperti deskripsi tentang Romeo, Yang ganteng tapi malas mandi.

Romeo, R2, bisa menjadi idola di kalangan tunawisma.

Saya tertarik dengan bagaimana cara Orizuka membuat pembaca menyetujui semua pendapat si tokoh utama. Seperti pada buku pertama, Orizuka membuat pembaca memuja sosok Regan yang perfect. Yayaya, Audy suka sama Regan aja deh. Tapi di buku kedua, pembaca dibuat lupa pada Regan, dan perhatian tertuju pada Rex. Rex lucu juga... iya, Audy sama Rex deh.

Sebenarnya saya bisa menebak alur cerita yang dibuat Orizuka. Tapi saya tetap menikmati membacanya. Seperti pada buku pertama, Regan digambarkan terlalu perfect, saya langsung curiga, pasti ada sesuatu dan memang benar. Lalu di buku kedua, saya langsung bisa menebak buku ini adalah tentang Rex, karena dari awal Orizuka begitu detail menggambarkan reaksi-reaksi Rex terhadap Audy.

Dan saya mulai menebak-nebak apa yang terjadi di buku ketiga nanti. Apakah romansa Audy dengan Romeo? Terdengar sedeng karena Audy berarti suka sama cowok bersaudara ini ganti-gantian. Iyuh.

Tapi kalo saya sih curiga banget sama Romeo. Entah kenapa saya curiga Orizuka menyimpan sosok Romeo untuk kejutan di akhir tetralogi. Karena cukup aneh. Begini, di buku pertama pembaca dibuat ilfil dengan sosok Romeo. Sosok yang berwajah ganteng dan berambut gondong namun gak nahan banget dia gak pernah mandi dan ketombean parah. Pembaca dibuat ilfil sejadi-jadinya. Tapi anehnya, di buku kedua, Orizuka seakan mulai sedikit-sedikit memperbaiki image Romeo. Menjadi karakter yang 'ternyata mandi' dan baik hati. Oke, saya penasaran dengan 2 buku berikutnya.

*buka tokopedia*

Sabtu, 02 Januari 2016

Setahun yg lalu #1day1post #2

Sekitar satu tahun yang lalu saya dan suami mengisi liburan berjalan-jalan di UI. Waktu itu saya pernah postingkan di sini. Saat itu saya menemukan sebuah cafe kopi yang bernuansa vintage. Saat itu saya berharap 1 tahun kemudian saya sudah mempunyai toko yang bertema serupa.

Namun sayangnya setelah 2015 terlewati, saya belum punya toko juga,hehehhe.

Yah begitulah, harus terus berusaha yah

Jumat, 01 Januari 2016

Start here #1day1post #1

Oke,,, saatnya kita memperbarui niat dan target di tahun yang baru. Semoga tahun ini lebih baik dari hari kemarin.

Daripada binun bikin target apa di tahun ini, saya memilih untuk memulai kembali 1day1post yang beberapa bulan lalu sempat mengisi blog ini.

Semoga istiqomah segala kebiasaan baik yang dimulai awal tahun ini.
Semoga beribu lebih baik dari hari kemarin. Nulis apa aja kek, yang penting nulis kan? Haha

Curhat----------

Jadi hari ini detik-detik liburan berakhir. Dan saya ama suami belom berlibur yang bener-bener liburan gitu. Gak tau juga sih mau apa. Tapi pengen sesuatu yang beda. Kelamaan mikir deh, trus liburnya abis, hahahahahah. Jadi beberapa hari ada yang kita abisin buat tidur aja gitu di rumah. Sia-sia banget ya. Tapi buat suami sih memang liburan tuh kayak gini, tidur siang, gitu. Secara kan dia jarang banget tidur siang, wkwwk. Dah saya mah emang tiap hari tidur siang. Jadi, suami merasa liburan ini asyik, tapi saya merasa liburan ini kurang asyik. Secara ya, saya kesehariannya kan emang udah liburan ya, jadi yaaaaa.... hahahaah aja deh ( ̄▽ ̄)