Sabtu, 18 Juli 2015

3 idiots, best film ever

Barusan abis dari toko buku. Saya menemukan novel berjudul 'idiots' yang ternyata novelnya film 3 idiots. Saya senyum-senyum memegang novel tersebut. Ingatan saya kembali lagi ke masa-masa itu, masa di mana film 3 idiots begitu menginspirasi saya.

Film 3 idiots adalah film terbaik yang pernah saya tonton. Begitu menginspirasi dan membuka pikiran kita, bahwa hidup ini terlalu sia-sia jika berlalu dengan hanya dipenuhi keinginan orang lain, pendapat orang lain dan sebagainya. Hiduplah sesuai dengan keinginan kita, dengan apa yang kita sukai, maka kita akan hidup sehidup-hidupnya! (Kalo kata buku 'been that, done that, got the t-shirt' / BTDTGTT)

Melakukan semau kita tidak melulu berhubungan dengan tindakan kriminal, mencopet semaunya, pakai narkoba seenaknya. Bukan itu.

Mungkin lebih kepada melakukan hal-hal positif yang kita senangi. Menulis, menggambar, memotret, berenang dan banyak hal lainnya. Yang mungkin jika kita tekuni akan menghasilkan materi dan keuntungan.

Melakukan hal-hal yang menyenangkan juga bisa membahagiakan hati kita. Tak perlu hal yang rumit. Membolos kuliah pernah jadi kegiatan yang menyenangkan untuk saya hehe (jangan dicontoh). melakukan hal yang bersifat menghibur diri mungkin bisa dilakukan sesekali. Seperti waktu itu saya dan sahabat saya berkeliling mall dengan pakaian SMA. Padahal kami sudah berumur 21 tahun kala itu. Atau teman saya pernah beraksi memakan es krim tengah malam di depan indomaret dengan ekspresi orang celeng. Lumayan membuat orang ngeri melihatnya. Hal-hal aneh yang terlihat simple dan sia-sia namun akan kita ingat seumur hidup. Atau bisa mencontoh kegiatan gokil seperti di buku BTDTGTT seperti masuk ke kelas dengan memanjat jendela atau memakai seragam pramuka di hari senin. Saya agak menyesal dulu waktu SMA tak terpikir hal-hal seperti itu.

Tapi untungnya masa kuliah saya sangat berwarna. Padahal saat menjalaninya, saya berpikir masa kuliah adalah masa terburuk hidup saya, tapi sekarang, jika diingat-ingat, itu adalah masa keemasan saya, masa di mana saya menguak jati diri saya (ternyata saya cat women, meoowww)

Lumayan banyak hal-hal aneh yang saya lakukan di masa kuliah, sangkin uniknya, saya membuatnya menjadi sebuah buku haha. Begitu banyak inspirasi yang didapat jika kita mau melakukan banyak hal, bukan cuma memikirkannya.

Betapa banyak pekerja kantoran bergaji juta-jutaan tapi masih mengeluh juga? Banyak sekali. Mungkin karena mereka bekerja untuk uang, bukan untuk kesenangan.

Saya suka belanja. Belanja untuk saya jual lagi tepatnya. Memilah milih pakaian-pakaian bagus untuk saya jual lagi sungguh menyenangkan. Suami saya pernah bilang, "Bunda klo lagi milih-milih belanjaan kayak gak lagi sakit," katanya pada suatu hari, hari itu padahal saya lagi meriang.

Mungkin itu ya, yang dibilang pekerjaan yang sesuai kesenangan kita. Terkadang malam hari saya pakai untuk mencatat pesanan, dan merapikan lemari stok. Jika kita senang terhadap suatu pekerjaan, kita akan lupa waktu. Jika kita benci suatu pekerjaan, kita akan pura-pura melupakannya.

Alhamdulillah saya wanita. Ibu rumah tangga. Walau harus beberes rumah, setidaknya saya tidak memiliki kewajiban untuk mengasilkan uang, sehingga bisa melakukan apa saja kegiatan yang saya suka walaupun tak menghasilkan materi. Seperti menulis novel yang tak kunjung diterima penerbit, misalnya, hehe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini ^-^