Minggu, 03 Mei 2015

Menolong orang lain #1day1post

Banyak orang di media sosial menggembar-gemborkan untuk saling membantu sesama. Yuk saya bantu bisnis kamu, yuk saya bantu ini dan itu. Terlihat manis dan baik. Namun ternyata bantuan itu tak semanis bicaranya. Ujung-ujungnya ada biaya.

Yak, biaya coaching bisnisnya 50 juta saja! Yak, silahkan baca buku bisnis saya yang sangat manfaat ini, 1 buku 1 juta saja! Mau sukses, jadi reseller sayahhhh!!!!!

Ujung-ujungnya bukan bantuin orang, tapi ngambil untung dari orang lain. Bantuin orang itu sejatinya tidak perlu mengharap imbalan.

Waktu jaman kuliah, saya sempat jadi teknisi dadakan jika ada laptop teman yang bermasalah. Saya gak ngarep imbalan, karena saat itu saya memang lagi tergila-gila komputer, jadi hal itu saya jadikan untuk nambah pengalaman aja. Sekalinya ada yang ngasih imbalan, eh laptopnya malah jadi tambah rusak! Haha. Makanya saya gak mau minta imbalan, karena saya bukan profesional dalam hal perbaikan komputer. Bisa jadi tuh laptop betul, atau bisa jadi enggak. Saya gak ada jaminan.

Begitu juga dalam membantu orang lain dalam hal lain. Menurut saya, membantu orang jangan di targetkan nominalnya. Jika manfaat ya bagus, kalo enggak ya gak usah bayar.

Teringat beberapa waktu lalu saya mendapat kisah seseorang.. Siapa ya namanya? Dia coach seminar 'cara gila jadi pengusaha'. Ternyata waktu itu 'bantuan' yang ia berikan pada para pebisnis ternyata banyak yang gak manjur. Coach bisnis yang gagal, kata orang. Biaya coach bisnis sama dia bisa sampai 60 juta. Tapi ternyata ada bisnis yang gak maju. Dia pun mengembalikan uang 60 juta itu.

Membantu orang lain itu akan menjadi beban bila di dalamnya ada nominal yang harus dipertaruhkan. Beda hal jika kita melakukan tanpa pamrih. Semua akan berjalan tanpa beban dan kita akan merasa jadi orang paling baik sedunia :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini ^-^