Kamis, 09 April 2015

Wanita karir vs IRT #1day1post

Saya adalah ibu rumah tangga biasa. Memang sih ngurus online shop juga, tapi yaa saya senang aja memperkenalkan diri sebagai IRT. Semacam wanita merdeka yang bisa nyantai nonton tipi tiap saat gitu loh.

Beberapa waktu lalu sempat ada broadcast di WA isinya tentang ibu bekerja. Judulnya 'Ibu, kembalilah!'. Saya aja yang ibu rumah tangga kesal membacanya, apalagi ibu bekerja ya.

Broadcast itu disusun sedemikian rupa bersajak indah namun menusuk hati. Berisi ketidak setujuan penulisnya tentang ibu yang bekerja. Saya merasa penulis hanya melihat dari sisi dia saja sebagai pengamat,padahal ibu bekerja punya banyak alasan kenapa ia bekerja.

Saya memang tak setuju dengan ibu-ibu yang bekerja karena bosan di rumah dan tak mau mengurus anak, tapi itu jarang saya temui. Teman-teman saya yang bekerja kebanyakan juga sambil mengurus anak. Mereka pagi-pagi  masih menyempatkan diri memandikan menyuapi makan bahkan ada yang membawa anak ke tempat kerja. Saya melihat mereka bekerja memang karena mereka mempunyai kebutuhan yang banyak. Cicilan rumah, cicilan kendaraan dan segala hal lainnya yang kita tidak tahu. Mana ada sih orang yang mau capek begitu, ngurus anak juga, kerja juga, capeknya dobel. Harusnya bukan ibu dong yang dinasehati, harusnya suaminya. Itukan berarti suaminya yang tidak bisa memenuhi kebutuhan sehingga si istri terpaksa ikut bekerja. Apalagi saya lihat si penulis broadcast tersebut adalah laki-laki. Huh, emang deh, yg ngertiin perempuan mah emang cuma perempuan! Emangnya urusan anak dan ngurus rumah cuma urusan perempuan doang?? Laki-laki gak ikut ngurus??? Huh!!!! Laki-laki tuh emang sok ngerti! Gak peka! *lho

Lagian, itu urusan rumah tangga masing-masing. Masalah tiap rumah tangga kan berbeda-beda, tidak bisa dipukul sama rata. Terlalu sinis jika kita menghakimi sembarangan bahwa ibu bekerja adalah ibu yang gak ngurusin anaknya.

Gitu deh..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini ^-^