Blog Archive

Senin, 27 April 2015

Langit cerah

Langit siang ini cerah. Biru. Tapi saya lagi dalam masa 'aneh'. Biasanya terjadi sekali sebulan. Mungkin pengaruh hormon. Terlalu sensitif, tidak bersemangat, letoy dll. Semua hal mau digalauin, ╮(─▽─)╭

Akhir-akhir ini posting kok singkat-singkat terus ya

Ager #1day1post

Malem-malem abis bikin ager. Letoy amat yak, setress bikin ager doangan. Ager lapis gitu. Kaki pegel berdiri lama di depan kompor, tangan pegel ngipas2in tiap lapisan. Busyet dah. Gak tau tuh beneran jadi ager lapis apa kaga, langsung dimasukin ke kulkas.

Kemarenan sempet sok2an bikin jelly art. Jelly art apaan, jelly kaga jelas!

Huft

*gitu deh klo gagal bikin masakan

Sabtu, 25 April 2015

Hmm #1day1post

Kemaren-kemaren saya pas malem tidur pules banget, gak sempet ngeblog (blogger nocturnal). Lagi batuk berdahak dan radang tenggorok kompak bertiga semua kena (ㄒoㄒ). Alhamdulillah, semoga sakit ini menjadi peluruh dosa-dosa kecil kami, aminn.

Gitu aja deh ceritanya. Seminggu gak ngerjain novel duh parah yakkk. Iya, gara-gara gak enak badan nih. Ya Allah, maafkan jika sewaktu sehat jarang bersyukur atas nikmat sehatmu. Ketika sakit baru deh kerasa kalau sehat itu enak bangetttt. (ㄒoㄒ)

Oke, sekian. See you on the next post. Salam kece!

Senin, 20 April 2015

Don't judge a book by its cover #1day1post

Ungkapan itu palsu. Hanya sebuah pengingat saja, sejatinya tak ada yang begitu. Semua manusia menilai sesuatu tentu dahulu melihat luarnya. Menebak-nebak dan bersikap seolah tebakan itu benar.

Bagaimana seorang yang berjengot dan berambut gondrong serabutan bisa membuat kita mendekapkan dompet karena takut kemalingan. Dan bagaimana kita begitu nyaman di dekat orang-orang dengan kemeja rapi dan wangi. Padahal sejatinya bisa saja orang berkemeja itu adalah maling yang menyamar. Dan orang berjengot dan berambut gondrong itu adalah polisi intel yang menyamar. Tak bisa dipungkiri kita tak bisa menebak itu karena memang mata kita yang mempermainkan. Memang itu tujuan orang menyamar, karena memang mereka tahu manusia mudah dibodohi dengan apa yang terlihat mata.

Dan lalu ibu sosialita begitu sibuk-sibuk membeli perhiasan dan tas mahal untuk memperlihatkan status sosial mereka. Dan bagaimana para pengemis sibuk merobeki baju untuk merendahkan derajat mereka. Semua itu hanya permainan visual saja. Yes, you judge a book by its cover. Bahkan dalam artian sebenarnya pun orang akan membeli buku yang covernya terlihat unyu. Walau kemudian jika isinya ternyata tak seru, barulah mereka sadar dan mengatakan, don't judge a book by its cover! Dan lalu kemudian membeli lagi buku yang covernya unyu. Manusia memang sudah alamiahnya begitu, menilai sesuatu dari luarnya dulu.

Pernah beberapa waktu lalu saya menonton acara televisi tentang peelombaan memasak. Betapa yang menang adalah makanan yang rupanya jelek tetapi juri menilainya sangat enak. Dan nilai terendah adalah makanan yang amat cantik tetapi kurang enak. Padahal saya sudah begitu kagum dengan makanan cantik itu. Yes, i judge a book by its cover!

Ketika saya berseliweran di kampus dengan jilbab yang lebih panjang dari mahasiswi lain, mereka mengira saya ini hebat dalam hal agama. Nyatanya saya biasa saja, mereka kecewa mendapati sifat saya yang agak sengklek. Don't judge a book by its cover, don't judge a muslimah by its hijab (kaga tau ini bener ape enggak ye). Sering kali panjangnya jilbab menjadi tolok ukur siapa yang lebih alim. Apalagi yang memakai cadar.

Kemarin saya juga begitu. Kecewa mendapati apa yang saya kira-kira tapi ternyata salah. Saya mengikuti les tahsin untuk memperlancar bacaan yang masih bala bele. Lalu di sana saya bertemu dengan seorang yang sedikit mulai saya kagumi, jilbabnya panjang, bacaannya paling bagus diantara peserta.

Waktu pulang, saya bertemu dengannya di sebuah warung. Dia sudah duluan pulang daripada saya, sehingga dia sudah ganti baju dulu sepertinya di rumah, lalu pergi ke warung. Di warung itu saya dapati penampilannya yang agak lain. Ia memakai jilbab tetapi lengan bajunya pendek di atas siku. Saya agak bengong. Kok beda dengan yang tadi?? Ah sudahlah. Don't judge a book by its cover!

Sekarang banyak gamis yang dijual di pasaran. Biasanya berbahan jersey dan sepaket dengan sebuah jilbab panjang. Banyak juga wanita yang mendadak jilbab karena tren gamis ini. Its okay. Bagus. 

Minggu, 19 April 2015

About #1day1post

Sudah sebulan lebih tiap judul postingan saya #1day1post. Waktu itu terinspirasi di baca bukunya Ollie, Power In You, pengennya aktif nulis terus kayak doi. Langkah awal sih, nulis blog tiap hari. Dan, lumayan juga ya, walau banyak hari yang bolong gak sempat nulis, tapi so far lebih baik dari bulan-bulan sebelumnya. Sebelumnya saya hanya menulis sebulan sekali atau dua bulan sekali, ya ampun, saya baru sadar kalo saya gak produktif banget ya nulisnya.

Jadi saya terapkan, penting gak penting ya tulis aja, yang penting blog ter-update. Mo ada yang komen ato enggak, yang penting saya produktif melatih diri untuk terus menulis. Dengan rajin menulis di blog saya juga jadi rajin melanjutkan cerita novel saya. Biar sedikit-sedikit, yang penting lanjut daripada enggak sama sekali. Menulis novel itu, banyak malasnya, tapi kalo nggak jadi-jadi ya sedih juga. Ribet deh, haha

Dulu waktu blog say masih siiqebo.com, banyak banget yang suka komen. Gak banyak-banyak amat, tapi setiap postingan biasanya suka ada yang ninggalin jejak. Tapi sekarang blog saya sepi pengunjung. Setiap hal pasti ada hikmahnya. Dulu, menulis di siiqebo.com gak bisa posting yang sembarangan, ntar ada yang gak suka dan komentar seenaknya. Tapi sekarang, blog saya sudah sepi lagi, jadi bisa ngomong sembarangan (emang mau ngomong ape?). Rencana saya mau posting pake bahase inggris ah, kan gak ada yang merhatiin ini kan? Mo salah ngomong juga gak papa kan??

Helo, ehem, my name is Hesty, i'm a kece mother. Welcome to my blog. Enjoy this blog, if you don't like this blog, just throw it to your cat. Thank you.

Sabtu, 18 April 2015

Owner dan karyawan #1day1post

Kadang saya berpikir untuk mencari karyawan untuk menggantikan saya mengawasi dagangan online saya. Sekedar untuk membalas orang-orang yang mengirim pesan di media sosial. Terkesan sepele namun bisa membuat setengah hidup saya di depan layar handphone. Pengen deh punya karyawan.

Tapi entah kenapa banyak pikiran yang membuat saya mengurungkan niat untuk mengambil karyawan. Dari bingung memberi gaji sampai ke masalah loyalitas.

Saya jadi teringat jne di dekat rumah saya. Jne citayam. Di plangnya tertulis sebuah nomer yang bisa dihubungi. Saya sering menanyakan perihal pick up pada nomer tersebut. Sangat ramah dan selalu membalas sms saya. Suatu hari ternyata saya tau bahwa nomer tersebut adalah nomer owner jne cabang citayam itu. Saya pun meminta nomer karyawannya saja agar lebih mudah untuk menanyakan resi pengiriman. Duh ya, ternyata kalo karyawan tuh gitu ya, di sms berkali-kali, di miskol-miskol, kaga dibales-bales tuh sms. Seperti kemarin malam kejadiannya seperti itu. Saya menelpon karyawannya dan malahan mereka menjawab 'sms aja ya, bu!'. Lah, saya kan nelpon karena smsnya gak di jawab-jawab, hufp, saya sms lagi dan... Krik krik gak dijawab. Karyawan kayak gini nih yg bikin owner merugi.

Rabu, 15 April 2015

Gunung #1day1post

Barusan blogwalking ke blognya Rani, adek kelas waktu di Ekstanba waktu SMA, ekskul paling keren sejagat.

Wah, udah lama banget ya masa-masa itu, waktu terlalu cepat berlalu. Masih ingat saat itu adalah saat remaja yang paling wow, menentang guru-guru, diam-diam naik gunung dan hal-hal yang tidak biasa saya lakukan lainnya. Seru dan menegangkan.

Bertemu teman yang asik dan merasa waw gue keren banget! Gue anak gunung sejati!!!

Teman saya, Cymot, mungkin masih memegang kata-kata itu, dia beneran anak gunung sejati. Walau sahabat dekat, tapi saya gak pernah ikutan Cymot untuk wara wiri naik gunung. Entahlah, lambat laun saya menyadari bahwa dunia saya bukan di situ. Entahlah, menyusup dalam pikiran, bukan mendaki gunung-gunung yang menjadi goal saya dalam hidup ini, tapi ada yang lain. Lalu saya menemukan banyak hal lain yang ternyata juga membuat saya bahagia. Saya bukan tidak menyukai naik gunung dan travelling, saya selalu mengagumi orang-orang yang melakukannya, karena itu keren banget, dan karena saya gak bisa kayak mereka.

Saya orang rumahan banget. Selalu takut untuk pergi terlalu jauh. Luar negeri bagi saya seperti dunia alien. Waktu kakak saya tinggal di jepang, itu kayaknya dia udah pergi jauhhhhh banget, hilang dari peredaran, walau nyatanya kami selalu skype-an. Sering kakak saya mengajak saya untuk main kesana, dibayarin kok, begitu bujuknya, tapi saya langsung geleng kepala, saya gak mau ke dunia alien yang terlalu jauh dari tempat tidur saya.

Saya banyak melihat status teman yang merasa bosan di rumah, bosan jadi IRT yang gak kerja kantoran. Bosan lihat rumah, begitu kata mereka. Saya justru sangat happy menjadi IRT yang gak perlu bekerja, cuma leha-leha di rumah, makan, bobo, yahh seperti itu, seperti itu memang cita-cita saya, hehehe. Gitu deh, saya kurang suka berinteraksi dengan manusia. Mungkin sebenarnya saya ini yang alien :3

Bunda #1day1post

Hari ini pertama kali Bian bisa bilang 'Bunda' dengan sempurna, setelah sebelumnya cuma bisa bilang 'nda'. Udah dari beberapa waktu yang lalu udah faseh banget ngomong 'ayah' makanya saya tunggu banget kapan bocahku bisa bilang bunda. Lucu, saya ciumin mulu hari ini.

Menjadi Ibu adalah bagian terbaik dalam hidup saya. Aseli, setelah menikah saya baru sadar kalau jomlo itu sangat membosankan, untung saya jomlo cuma 22 tahun, hehe.

Walau punya keluarga itu berarti harus menambah beban pikiran, kekhawatiran dll, tapi lebih baiklah daripada jomlo.

Ngomong-ngomong masalah khawatir, saya jadi banyak berpikir dan mendekati paranoid. Gimana ya kalau Bian main di luar kalau nanti sudah gede, takut kena narkoba, tawuran dan segala macam. Hal-hal yg baru saya mengerti sekarang.

Saya ingat waktu SD kelas satu suka banget main'nyebrang jalan raya sendirian' yang mana hal itu bukan main bahayanya. Trus saya sama kakak saya juga suka main 'berdiri di tembok balkon lantai 2' yang mana super duper bahaya. Dagu saya dulu juga pernah sobek karena loncat-loncat dari kursi. Hal-hal yang anak kecil sama sekali tak mengerti bahwa itu berbahaya. Dan saya jadi paranod jika Bian juga melakukan hal-hal itu.

Makin anak besar, makin banyak pula perhatian yang harus diberikan. Saya khawatir tidak bisa memperhatikan dengan baik, lalai dan sebagainya. Dalam pikiran saya, mungkin nanti saya akan antar jemput Bian atau memantau dia kemanapun pergi seperti mata-mata. Padahal dulu saya gak suka banget kalau dibuntutin orang tua saya.

Hadehh, paranoid.

Selasa, 14 April 2015

Hari ke 4 #1day1post

Hari ini belum nulis sama sekali ( ̄~ ̄;)tadi beli buku tulis baru di tukang fotokopi. Tadi tuh sebenernya ke fotokopi mau beli sesuatu, tapi pas udah berangkat keluar rumah, malah lupa mau beli apa, sampai sekarang masih lupa tadi mau beli apa, jadi tadi saya beli buku tulis aja.

Pernah gitu gak sih? Mau berbuat sesuatu, tapi satu menit kemudian lupa mau ngapain. Saya sering (╯︵╰,)

Senin, 13 April 2015

Hari ke 3, Ide bikin sakit kepala #1day1post

Tadi sempat nerusin novel beberapa halaman. Sayangnya otak saya lagi dipenuhi sesuatu. Waktu yang luang saya pergunakan untuk memikirkan hal itu. Apa yang ada dalam pikiran saya?

Tadi pagi saya berjalan-jalan. Iseng mampir ke toko kain. Mau nanya-nanya harga aja sih niatnya. Tapi kemudian saya melihat kain brukat cantik dan murah. Saya pun pulang dengan menggendong anak+gembolan kain.

Gara-gara kain itu, otak saya kayak gak bisa berenti mikir. Saya mikir terus, bagusnya kain ini dijadiin apa ya? Gamis?rok? pakaian anak?? Modelnya gimana? Yang begini? Yang begitu?? Saya tiba-tiba banyak pikiran.

Gak tahan, saya pun menuangkan ide-ide di atas kertas. Model gamis, rok yang suatu hari nanti entah kapan akan saya buat. Maklum, ini kedua kali saya beli kain, kain sebelumnya juga begitu, hanya tersimpan di lemari. Saya juga pesimis kain ini hanya bakal jadi penghuni lemari.

Pikiran saya mentok pada biaya produksi. Ngapain sih produksi barang? Ribet dan banyak biaya! Entahlah, walau sering ngomporin orang jangan jadi produsen, tapi saya sendiri sebenarnya punya mimpi jd produsen. Ingin melihat suatu saat ada brand Arnize terpajang di depan sebuah toko. Hah, kebanyakan mimpi ye. Inget tuh novel belom kelar, toko es krim juga belom jadi, pelanggan olshop di bbm juga jangan dicuekin keless... Hmmm

Sabtu, 11 April 2015

Hari ke 1 #1day1post

Orderan masih berjalan seperti biasa. Mungkin modal membuat toko baru akan terkumpul 2-3 tahun lagi, mungkin. Entah impian itu akan bertahan atau tidak jika selama itu.

Hari ini saya tulis sebagai hari pertama untuk mengawali hitung hari menuju impian-impian yang akan berusaha dicapai.

Novel ketiga direncanakan akan selesai 10hari lagi, tanggal 21 April insyaallah. Hitung hari untuk kepastian dan melawan penundaan. Gambatte!

Kamis, 09 April 2015

Wanita karir vs IRT #1day1post

Saya adalah ibu rumah tangga biasa. Memang sih ngurus online shop juga, tapi yaa saya senang aja memperkenalkan diri sebagai IRT. Semacam wanita merdeka yang bisa nyantai nonton tipi tiap saat gitu loh.

Beberapa waktu lalu sempat ada broadcast di WA isinya tentang ibu bekerja. Judulnya 'Ibu, kembalilah!'. Saya aja yang ibu rumah tangga kesal membacanya, apalagi ibu bekerja ya.

Broadcast itu disusun sedemikian rupa bersajak indah namun menusuk hati. Berisi ketidak setujuan penulisnya tentang ibu yang bekerja. Saya merasa penulis hanya melihat dari sisi dia saja sebagai pengamat,padahal ibu bekerja punya banyak alasan kenapa ia bekerja.

Saya memang tak setuju dengan ibu-ibu yang bekerja karena bosan di rumah dan tak mau mengurus anak, tapi itu jarang saya temui. Teman-teman saya yang bekerja kebanyakan juga sambil mengurus anak. Mereka pagi-pagi  masih menyempatkan diri memandikan menyuapi makan bahkan ada yang membawa anak ke tempat kerja. Saya melihat mereka bekerja memang karena mereka mempunyai kebutuhan yang banyak. Cicilan rumah, cicilan kendaraan dan segala hal lainnya yang kita tidak tahu. Mana ada sih orang yang mau capek begitu, ngurus anak juga, kerja juga, capeknya dobel. Harusnya bukan ibu dong yang dinasehati, harusnya suaminya. Itukan berarti suaminya yang tidak bisa memenuhi kebutuhan sehingga si istri terpaksa ikut bekerja. Apalagi saya lihat si penulis broadcast tersebut adalah laki-laki. Huh, emang deh, yg ngertiin perempuan mah emang cuma perempuan! Emangnya urusan anak dan ngurus rumah cuma urusan perempuan doang?? Laki-laki gak ikut ngurus??? Huh!!!! Laki-laki tuh emang sok ngerti! Gak peka! *lho

Lagian, itu urusan rumah tangga masing-masing. Masalah tiap rumah tangga kan berbeda-beda, tidak bisa dipukul sama rata. Terlalu sinis jika kita menghakimi sembarangan bahwa ibu bekerja adalah ibu yang gak ngurusin anaknya.

Gitu deh..

Mau punya toko #1day1post

Udah sering sih saya bilang kalau saya tuh pengen banget punya toko. Hmm *ngayal

Tokonya bergaya vintage gitu deh. Tadi saya berkhayal lagi tentang toko saya itu. Kini bentuknya dalam bayangan saya agak berubah. Saya ingin toko saya agak semi cafe gitu. Hahaha *galau

Tokonya ukuran 4x3meter. Depannya full kaca. Trus kacanya digambar2 gitu pakai spidol putih kayak di film coffee prince. Trus di dalemnya dindingnya pakai wallpaper bata merah, lampunya agak kuning gitu. Trus kan lantainya ubin dengan gambar tekstur kayu. Trus di bagian belakang ruangan ada semacam meja counter tempat menerima pesanan. Pokoknya ceritanya saya jualan pakaian, es krim, dan buku, ahahaha.

Di sisi kanan ruangan saya sediakan lemari kayu berisi jualan pakaian, disampingnya disediakan rak buku tempat koleksi buku saya. Mungkin yg mau beli es krim sekalian sambil baca buku.

Mengenai es krim, kenapa tiba-tiba ada es krim?? Saya orang yang gampang galau, tiba-tiba gak semangat, tiba-tiba loyo. Menurut saya es krim itu bisa jadi mood booster yang oke. Jadi saya pikir bagus juga ya kalau punya cafe es krim, saya bisa makan es krim sepuasnya.

Mengenai es krim yang mau saya sediakan, kemarin terinspirasi dari film Lie To me, ada es krim lucu dengan macaron. Saya mau bikin yg kayak gitu. Tapi mungkin bukan pakai macaron, karena saya gak pernah makan dan gak bisa bikinnya, mungkin bakal pakai biskuit biasa yang masih bisa saya bikin. Trus juga pakai wafel yg sudah jadi yg banyak dijual. Untuk es krimnya, saya bikin dari es krim bubuk aja ahh. Persediaan saya taruh di lemari es (es tahan lama kan yak??) gak lupa sediain minuman sachet, sapa tau ada juga yg mau pesan milkshake ice cream (azeekk, minuman+es di atasnya sluurrrppp).

Trus ada sofa-sofa lucu dari barang bekas (inspirasi nyari di gugel). Laku atau enggak es krimnya mah bodo amat, kan bisa saya yg makan, kan jualan utama saya adalah jualan pakaian secara online :p

Gitu deh kira-kira...

Sabtu, 04 April 2015

Kok hilang? #1day1post

Kemarin saya mengganti blogger for android dengan blogaway. Tampilannya kayaknya lebih ringan ya. Kemarin posting sih gak kenapa-kenapa. Tapi kok draftku yg kemarin ditulis lenyap. Hmm trus harus ngetik ulang yaa??

Apa sih applikasi blogspot yg bagus buat android. Applikasi blogger asli malah kurang pas buat saya. Fiturnya terbatas dan kurang seru.

Sempet mau coba-cobain satu-satu tapi males juga. Saya cuma liat rekomendasi/ jumlah donlotnya aja. Klo banyak yg donlot ya berarti bagus applikasinya. Betul gak? Hhe


Kamis, 02 April 2015

Thanks Kang Dewa! #1day1post

Saya mengenalnya lewat broadcast message di bbm. Semenjak saya memulai jualan online, namanya begitu sering terdengar. Siapa sih dia? Ternyata ia seorang penulis buku. Ia menulis beberapa buku panduan bisnis. Entah kenapa banyak sekali akun yang menjual buku-bukunya. Kenapa buku harus dijual online? Kenapa tak di toko buku?

Seringnya pesan bc itu datang ke bbm saya, akhirnya ikut membuat saya penasaran, apa sebetulnya isi buku itu? Belum lagi harganya yang fantastis, ratusan ribu!

Saya pun akhirnya membeli buku-buku Kang Dewa, yang mana merupakan buku-buku termahal yang pernah saya beli seumur hidup saya.

Kali ini saya ingin menceritakan tentang buku ke 7 Kang Dewa yang berjudul 'Dongkrak Omset Milyaran dengan Tim Penjualan'. Menurut saya ini adalah buku terbaik dari Kang Dewa. Begitu rinci tentang bagaimana caranya membentuk tim penjualan. Sangat cocok dengan saya yang hanya seorang penjual online kecil-kecilan. Dalam buku itu sangat rinci bagaimana cara-cara membuat sistem reseller, agen dan sebagainya. Membuat saya termotivasi untuk mengembangkan usaha saya.

Jujur, bulan kemarin usaha saya lagi sepi. Sepi aja sih, bukannya tak ada sama sekali. Saya selalu berusaha bersyukur atas orderan yang sepi apalagi ramai. Berusaha selalu berpikiran positif. Lalu, bulan ini, saya sudah memulai merombak cara berjualan saya. Saya mulai mengembangkan usaha online saya dengan sistem reseller. Setelah sebelumnya sekitar dua mingguan saya merumuskan bagaimana sistem reseller yang akan saya buat.

Dan ketika hal ini saya umumkan pada kontak bbm saya, hal tak terduga terjadi. Berbondong-bondong orang ingin menjadi reseller saya. Saya bingung, padahal saya hanya baru mengirim pesan bc berisi tawaran untuk menjadi reseller. Banyak yang ingin join sampai saya kewalahan. Bagaimana bisa begini? Padahal dagangan saya sama aja sama kemarin, tapi kenapa mereka kemarin tidak tertarik dan kini justru begitu antusias???

Saya yang biasanya hanya mengirim barang dua kali seminggu, sekarang mengirim empat kali seminggu karena orderan yang datang berturut-turut. Alhamdulillah. Banyak reseller, banyak orderan! @Bee_Tshop

(Ngarep testi ini nongol di buku Kang Dewa selanjunya, :p)

Silahkan baca buku Kang Dewa itu, agar anda juga terinspirasi seperti saya. Kang Dewa begitu blak-blakan membuka  bagaimana cara-cara ia bisa sukses dengan tim penjualan. Tak ada yang ditutupi. Dalam buku itu saya jadi tau bahwa ia benar-benar ingin menolong orang lain agar sukses seperti dirinya. Sesuatu yang juga ingin saya lakukan suatu hari nanti. Jika saya sudah sukses.

Pertama-tama saya akan membangun toko di depan rumah, impian yang sudah terbayang dari setahun yang lalu. Lalu sekalian membuka kursus bisnis online di toko itu untuk ibu-ibu para tetangga. Daripada mereka bergosip, mendingan jualan online. Sudah terbayang begitu jelas bagaimana bentuk dan design toko kecil saya itu, tak lupa di depannya saya pajang spanduk 'Mau Belajar Jualan Online? yuk belajar di sini! GRATIS!'. Tak lupa ibu-ibu tetangga saya pinjami buku-buku Kang Dewa, JayaYea, Ippho. Eh tapi mereka suka baca buku nggak ya??

Insya Allah akan terkabul, suatu hari nanti, eh bukan, tahun depan maksudnya. Ya, target itu harus selalu jelas waktunya :)

Jgn lupa add pin saya pin:52726131


Penulis itu orang sabar #1day1post

Menulis sebuah novel perlu usaha yang tidak mudah. Kalau ada yang bilang menulis novel itu gampang, pasti dia bukan penulis, melainkan hanya orang yang senang membaca novel lalu beranggapan 'ah, bikin cerita begini doang gue juga bisa!'

Itu pernah saya rasakan sewaktu dulu, sewaktu masih belum pernah membuat novel. Saya begitu banyak mengungkapkan kritik pada novel-novel yang saya anggap terlalu datar, gak menarik, klise dan sebagainya. Beruntung saya nggak pernah menyampaikan hal itu secara langsung pada penulisnya, walau saya tau account twitter mereka. Karena saya tau, kritikan pedas hanya akan merontokkan semangat mereka untuk menulis. Dan itu terlalu kejam.

Saya mulai mencoba menulis novel, setelah sebelumnya berkutat dengan cerpen-cerpen. Saya tak pernah mengirimnya ke media, hanya diposting di blog, dan hanya teman-teman saya yang membacanya. Begitu mulai membuat novel, saya dihadapkan pada berbagai macam tantangan. Menulis novel begitu membosankan! Menulis cerpen hanya butuh beberapa jam, namun menulis novel bisa berbulan-bulan lamanya. Menulis karakter yang itu-itu saja dalam beberapa bulan membuat saya linglung. Bingung karena ceritanya yang harus saya panjang-panjangkan, bingung karena begitu banyak yang harus saya ceritakan tentang satu karakter itu.

Begitu bosannya. Saya lalu mencari penulis-penulis novel terkenal untuk belajar darinya. Saya lalu mendapatkan  kisah-kisah bagaimana Edi AH. Iyubenu begitu gigih dalan mewujudkan impiannya untuk menjadi penulis. Ia terus menulis walau terus menerus ditolak media. Bagaimana Triani Retno yang naskahnya baru diterima bertahun-tahun kemudian oleh media.

Cerita-cerita hebat seperti itu yang saya tanamkan dalam kepala. Menulis bukan hal yang mudah, hanya yang sabar dan gigih yang bisa mewujudkannya.

Bagaimana novel Bidan Galau saya yang telah ditolak tiga penerbit mayor, membuat saya lemas tak bersemangat. Novel kedua pun kini belum ada kabar dan sedang dalam daftar tunggu. Saya begitu pesimis. Namun entah kenapa saya begitu penasaran.

Sambil menunggu, saya kini sedang menulis novel ketiga. Menulisnya di setiap malam ketika keluarga kecil saya sudah terlelap. Sempat terpikir untuk apa saya begadang begini, sementara esok harus berkutat dengan pekerjaan rumah yang tak habis-habis. Apa saya nggak lelah? Mungkin jawabannya, itu semua saya lakukan demi sebuah mimpi. Mimpi menjadi penulis.

Rabu, 01 April 2015

Kolektor sampah #1day1post

Sekitar setahunan lalu, saya mulai menjadi kolektor sampah. Saya mengoleksi sampah.

Dimulai dari masa hamil, lalu berlanjut. Dimulai dari mengoleksi perca bekas yg saya minta dari berbagai tukang jahit. Tukang jahit sampe bingung nih orang hamil knape ngidam perca.

Saya merasa berjiwa kreatif. Ingin memanfaarkan perca itu untuk menjadi bros. Kloeksi perca segunung lalu bertambah dengan koleksi plastik bekas. Plastik kemasan berbagai produk yang saya simpan dan lipat rapih. Bahkan beberapa botol dan karton tisu toilet juga saya simpan. Berharap suatu hari saya akan punya waktu untuk membuat suatu kreasi dengan sampah-sampah itu.

Setahun berlalu, hanya 1 karya saya yang terwujud, sebuah dompet dari anyaman plastik. Cuma itu saja, titik.

Saya pun sadar, sudah memenuhi lemari dengan polybag sampah.

Entah darimana kesadaran itu datang. Buru-buru saya suruh suami untuk membuang sebelum berubah pikiran. Yang masih tersisa adalah perca, yang entah kenapa masih ingin saya simpan.