Senin, 09 Maret 2015

Penulis yang kukagumi #1day1post

Banyak penulis yang saya sukai. Tapi sa lebih menyukai penulis yang bisa menginspirasi saya. Yang juga bisa mengajak saya untuk ikut aktif di dunia kepenulisan. Setiap membaca tulisan mereka, saya terpacu untuk ikut pula ingin menjadi penulis beken seperti mereka :)

- Ollie
Mba Olie ini saya kenal lewat bukunya yang kesekian. Sekitar tahun 2012, saya membeli bukunya yang berjudul 'Yes, I Can!'. Buku yang sangat positif seperti judulnya. Berisi motivasi dan pengalaman mba Ollie dalam hal menulis yang kemudian membawanya ke berbagai pengalaman seru menjadi wanita yang aktif di banyak hal. Ia memulai debut buku pertamanya pada usia 21th. Sekarang ia sudah berumur 30th dan sudah menerbitkan 27 buku! Itu berarti rata-rata dalam 1 tahun ia bisa mengeluarkan 3 buku baru! Sangat produktif yaaa. Bahkan ia pernah menulis 1 buku hanya dalam waktu 5 hari!!! Ya ampunn pesulap kali nih ya, haha.

Ingin sekali saya menyontoh semangat menulis mba Ollie ini. Pengen se-produktif dia. Mba Ollie bilang, ketika dia sudah pernah membuat 1 buku dalam 5 hari, untuk selanjutnya menulis dalam waktu 1-2 bulan terasa ringan. Wow baiklah. Mba Ollie ini memang top banget dah.

-Triani Retno
Saya sering menjumpai novel mba Retno di banyak blog teman. Ternyata beliau sudah membuat banyak buku. Saya memfollow akun twitternya, dari situ saya tahu bahwa ia juga adalah blogger yang sangat aktif. Dari postingannya di blog, saya jadi penasaran bagaimana ia bisa seaktif itu menulis, karena ia juga memiliki anak. Iseng-iseng saya menanyakan hal tersebut padanya lewat twitter. Tentang apa sih tipsnya agar bisa menulis sambil mengurus anak. Akhirnya beberapa hari kemudian ia membuat postingan tentang hal itu, bagaimana menjadi ibu-ibi yang aktif menulis. Isinya sungguh membuat saya kagum.

Ia bercerita bahwa ia hidup sebagai single parent dengan dua anak. Ditambah lagi di rumahnya tinggal seorang keponakan dan juga 4 kucing. Walau tugas rumah beberapa ada yang dikerjakan oleh anak tertuanya beserta keponakannya (umurnya sama) tapi tetap saja ia adalah seorang Ibu yang sibuk. Ia menulis kadang sambil menunggui anaknya yang masih Sd di sekolah, tak jarang menjadi pembicaraan ibu-ibu lain karena tak ikut bergossip ria sambil menunggu anak. Ia dulu bangun jam 1 malam untuk mulai menulis fiksi. Namun karena sempat terkena typoid, ia merubah jam menulisnya menjadi jam 3 pagi. Orang lain sepagi itu masih tertidur, sedangkan ia sudah mulai bekerja. Memang, menulis itu bukan hanya soal pulpen dan kertas, tapi soal kemauan dan perjuangan.

Menulis bukan sekedar hobi baginya, ia adalah tulang punggung keluarga. Ia sering mengatakan bahwa menulis buku saja belum cukup untuk menghidupi. Harus rajin-rajin juga menulis artikel di berbagai media, website, mengikuti lomba-lomba menulis, seperti itu. Saya juga sering menjumpai tulisan blog mba Retno yang berbau lomba menulis. Saya jadi terharu dengan semangat mba Retno ini. Saya jadi paham bahwa memang menjadi penulis sukses itu sama sekali bukan perkara gampang. Harus ada pengorbanan tenaga dan waktu. Kalau tak ingin berkorban tenaga dan waktu, kita hanya menjadi penulis khayalan, penulis yang kerjanya cuma mengkhayal jadi penulis tapi novelnya gak kelar-kelar (*tunjuk muka sendiri).

Itulah dua penulis yang kukagumi. Kalau kamu??? ヽ(^。^)丿

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini ^-^