Rabu, 18 Maret 2015

Money Game di negeri ini #1day1post

Semalam saya begitu kaget melihat iklan arisan uang MMM di televisi. Memang sih, iklannya jam 10 malam. Saya sempat nggak percaya, sampai akhirnya iklan itu tayang lagi kedua kalinya. Saya dekatkan mata ke layar tv, benar, itu iklan MMM. Bagaimana bisa??

Iklan MMM sudah jadi pembicaraan di tahun lalu. Booming di tahun lalu dan kolaps juga di tahun lalu. Dan sekarang ada lagi? Maksudnya apa? Iklan di tv nasional pula?? Ya ampun,, masa iklan kayak gitu ditayangin?

Jika ingin tahu tentang MMM, busa dicari di google. Money game murni. Tanpa berbuat apa-apa, uang kita bisa berlipat ganda. Macam dukun di kampung-kampung.

Sebetulnya, money game bukan hanya di arisan berantai semacam itu. Kemarin saat ke islamic book fair, saya membeli buku Tere Liye, Negeri para bedebah. Di situ saya baru mengerti tentang perbankan. Dalam otak saya, kini perbankan adalah suatu bentuk money game yang amat besar.

Kita menyetorkan uang ke bank 1 juta. Kemudian uang 1 juta itu dipinjamkan pada nasabah lain(pihak ketiga) yang nanti saat dikembalikan oleh nasabah tersebut akan ada bunganya. Di situ salah satu sumber pendapatan bank. Uang kita juga bisa diputar di mana saja oleh sistem bank, bisa saja masuk ke bank lain di mana pun itu berada, dengan tujuan, saat uang kita kembali, akan berlipat ganda. Padahal pada saat uang kita, kita tarik kembali, jumlahnya tetap 1 juta (bisa jadi kurang, karena biaya administrasi dsb). Padahal tanpa kita sadari, uang 1 juta kita tadi telah membantu bank mendapatkan bisa jadi jutaan rupiah. Cerdas bukan?

Entah siapa yang menciptakan bank. Pintar betul.

Masih ingat tragedi bank century? Begitu heboh. Saya sendiri waktu itu tidak mengerti apa yang perlu dihebohkan perihal bank yang bangkrut. Tinggal ditutup saja toh? Kok heboh. Ternyata kebangkrutan 1 bank saja bisa berdampak pada seluruh bank lain. Kok bisa? Ketika bank century diberitakan bangkrut. Seluruh nasabahnya mengantri minta uang mereka kembali. Anda pikir gedung bank itu benar2 menyimpan uang di dalam brangkas?? mungkin, tapi tak semua uang ada di situ, mungkin ada sebagian kecil saja, sebagian besarnya sedang di putar-putar di bank-bank lain, di nasabah-nasabah yang meminjam uang. Uang tersebut bisa melipir begitu jauhnya.

Ketika seluruh nasabah mangantri meminta uang mereka kembali, pihak bank tak bisa memberikan apa yang mereka minta. Dampak sistemik yang bisa terjadi adalah, bank century menarik semua uang yang sedang diputar di bank-bank lain. Yang menyebabkan bank-bank lain juga ikut tercekik, bank-bank lain juga ikut menarik uang mereka ke bank yang lain lagi dan begitu seterusnya. Satu bank bangkrut, bank lain bisa ikut bangkrut. Maka tak heran, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mau menalangi bank century untuk mengembalikan uang nasabah yang triliyunan itu. Demi stabilitas ekonomi indonesia. Sungguh efek hebat, di mana bank century (yg namanya saja baru saya dengar saat mau bangkrut) yang tak setenar bank mandiri atau bca, ternyata sangat mempengaruhi stabilitas ekonomi indonesia. Bank itu lalu tak jadi bangkrut, berganti nama menjadi bank mutiara.

Jika bank punya lembaga penjamin simpanan, bagaimana dengan arisan money game bebas yang ilegal seperti MMM?? Siapa yang akan menalangi uang ketika para arisaners menarik uang-uang mereka. Jawabannya adalah, mereka merestart sistem mereka. Itulah yang terjadi tahun kemarin, ketika orang-orang kehilangan uang di MMM.

Begitulah negeri kita. Jangan heran mengapa negeri ini miskin terus, pemerintah tak becus, gunung-gunung meletus. Lihat makanan kita, darimana dapat uangnya? Uang haram mengalir melalui gaji-gaji yang telah tecampur riba segala rupa. Kita tahu tapi tutup mata. Riba mengalir dalam makanan kita, kredit rumah kita, pakaian kita, kredit kendaraan pribadi kita. Naudzubillah...

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (bank riba), orang yang menyerahkan riba (nasabah), pencatat riba (pegawai bank riba) dan dua orang saksinya.” Beliau mengatakan, “Mereka semua itu sama (karena sama-sama melakukan yang haram)” (HR. Muslim no. 1598).

Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau yang haram.” (HR. Bukhari no. 2083, dari Abu Hurairah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini ^-^