Rabu, 18 Februari 2015

Persiapan jd reseller online

Yuk jualan onlen yukkkk!!!!
Akhir-akhi ini sering banget ngomong gitu kalo chat ama temen. Entahlah, risih aja liat temen gak produktif menghasilkan uang. Padahal gak perlu keluar rumah pun sebenernya bisa juga menghasilkan duit. Gak harus jadi reseller saya kok, bisa jualan yang lain, tapi kalo jadi reseller saya sih yaa gak nolak juga, wkwkwk. Saya bukan MLM, cuman jualan baju, wkwk

Untuk pertama tama berbisnis online, baiknya jangan langsung terjun jadi produsen. Ribet tauk! Saya dulu pernah mau bisnis kentang krispi, yang ada saya mikirin packagingnya gmana ya? Yang masak siapa ya? Rekrut karyawan? Resepnya yang enak gmn ya? Modalnya? Buat masak beli gasnya yg 3kg atau 15kg? Hadehhhh puyeng dah.

Jadi reseller online gak perlu puyeng2 gitu kok. Gini langkah-langkahnya menurut emak Hesty si emak keceh,

1. Cari Produsen
Cari pemasok barang. Bisa kita cari di mana saja, cari deket rumah atau keliling kota, atau bisa hanya dengan cari di gugel. Misal: cari produsen jilbab, bisa kita cari mungkin ada yang memproduksi di sekitar kita, atau bisa cari melalui google dengan ketik 'produsen jilbab'. Usahakan cari yang harganya murah. Gak harus sih, kalau mahal tapi berkualitas ya gak apa apa juga, haha.

Untuk awalan, cobalah untuk berjualan 1 macam barang saja. Misalnya : jualan jilbab saja. Jilbab bisa kita beli kodian dari si produsen (jika kita ada modal). Kita lalu membawanya pulang lalu nanti dijual lewat online. Barang tersebut nanti kita packing lalu dikirim ke alamat pemesan lewat ekspedisi pengiriman (jne, tiki, Pos).

Kalau gak punya modal? Cari produsen lewat google. Cari yang menerima sistem dropship. Dropship itu begini, kita iklankan produk si produsen, kalau ada yang memesan, nanti produsen yang mengirimkan ke alamat konsumen kita atas nama kita. Ada berbagai pendapat halal-haram dropship ini, jika tidak sreg, bisa kembali melakukan seperti cara sebelumnya, yaitu beli beberapa kodi produk dari produsen tersebut untuk kita jual sendiri. Namun karena beli online, kita akan dikenakan biaya ongkos kirim. Jika si produsen terlalu jauh, ongkos kirim bisa membengkak.

2. Buat rekening
Usahakan membuat rekening yang sama dengan produsen tadi. Hal ini akan mempermudah transaksi kita kedepannya. Mengingat biaya transfer antar rekening yang sudah naik menjadi 6500-7500. Sayang aja gitu.

Usahakan membuat tidak hanya satu macam rekening. Karena biasanya konsumen kita sangat beragam rekening banknya. Yang umum adalah mandiri dan bca. Kadang, orang tidak jadi beli dagangan kita cuma karena rekeningnya beda dengan kita. Bener kan, 7500 itu cukup berharga bray.

Setelah buat rekening, jangan lupa daftarkan e-bankingnya, sms banking atau mobile banking, agar mempermudah transaksi kita nantinya. Kamu masih suka transfer lewat box ATM itu?? Jadul ah. Sekarang sudah ada applikasinya di android (mobile banking). Yang gak punya android bisa pakai e-banking (lewat browser). Yang hapenya masih hitam putih, bisa pakai sms banking kok.

3. Media jualan
Jualan online itu di mana sih? Bisa lewat twitter, facebook, instagram, whatsapp, bbm, dll sebagainya. Kalau bisa, pakai semuanya! Kalau anda orangnya gampang puyeng (kayak saya), pilih salah satu media aja juga sudah cukup. Masing-masing media punya cara promosi yang berbeda-beda, harus dipelajari dan tidak susah kok, cari di gugel 'promosi lewat bbm' atau 'promosi lewat twitter' semacam itu.

Gunakan akun yang sudah ada. Sudah punya facebook? Gunakan itu untuk berjualan pertama kali. Biarkan teman-teman anda tahu bahwa anda mulai berjualan online. Biasanya pelanggan pertama adalah mereka, karena mereka sudah kenal kita dan percaya pada kita (bukan penipu). Biarkan mereka membeli produk kita untuk kemudian memberi komentar tentang produk itu. Komentar tersebut bisa tentang apakah packaging kita bagus atau tidal, barangnya bagus atau tidak. Untuk kedepannya bisa menjadi evaluasi untuk kita. Komentar yang positif bisa kita kumpulkan untuk bahan promosi. Si anu saja bilang produkku bagus, kamu gak mau coba juga?? Begitu kira-kira promosinya.

4. Catat pengeluaran
Jangan lupa catat siapa beli apa, supaya tidak ada pesanan yang terlupa. Catat di kertas, jangan di hp. Dengan adanya catatan, kita bisa menghitung keuntungan yang kita dapat.

Sekian dulu tipsnya, kapan-kapan mungkin ada lanjutannya.
( ´ ▽ ` )ノ

1 komentar:

  1. Makasih mak tipsnya. Aq baru mulai jualan buku online nih.

    BalasHapus

komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini ^-^