Jumat, 13 Februari 2015

Pamer Omset

"Makasih ya bunda ira makassar, mba yuyun papua, dan mamah dedeh bojong kenyot yg udah beli produkku"

- gak kenal juga gue ama org2 yg lu sebut

"Duh laris manis duh keteteran orderan menumpuk banget nichh

- sapa suruh jualan.

"Baru sebulan jualan omsetku udah 200juta!"

- gue gak nanya

"Alhamdulillah hari ini kejual 100 kodi krupuk, 1000 kodi jengkol dan sejuta biji toge"

- Trus gue harus bilang wow

Tau gak, ketika saya baca status-status anda itu, apa yang ada di benak saya? Hanya pikiran yang buruk. Mungkin memang pikiran saya yang busuk. Atau bukan cuma saya yang merasakan?

Update status tentang keberhasilan/kekayaan kita bukanlah hal yang bijaksana. Buat apa status seperti itu diluncurkan? Untuk mendapat pujian "wow hebat!" atau "wow laris ya!" lalu setelah itu???

Taukah, status seperti itu cuma menabur iri dengki di hati yang membacanya. Membuat orang lain tidak bersyukur atas yg didapat karena melihat omset anda lebih besar. Itukah niat dalam membuat status itu? Membuat orang iri dengki?

Kemarin sempat heboh dengan foto tumpukkan uang seorang pengusaha di fb. Lalu apa? Trus gue harus bilang wakwaw gituh?

Serius deh, apa sih faedahnya pamer harta di medsos? Pamer omset dan segala kodi pesanan? Pamer=sombong tau!

KECUALI........

status yang begini,

"Omsetku 100juta bulan ini, mau kukasih tips bisnis? Invite pin ku yaa"

Lebih bijaksana jika update status yg gak cuma isi pamer aja, sekalian bocorin rahasianya itu lebih baik.

*jd males buka facebook*

1 komentar:

komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini ^-^