Rabu, 07 Januari 2015

Su'udzon

astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah.

Kadang hati kita begitu busuk. Menyangka sesuatu yang belum pasti, menilai seenaknya sendiri bahwa si ini jahat, si itu penipu. Busuk banget hati kita. Hati saya khususnya.

Su'udzon ketika datang seseorang di depan rumah meminta sumbangan. Untuk maulid dan juga pembangunan masjid yang bukan masjid dekat rumah, entah dimana masjid yang dimaksud. Langsung menyeruak dalam pikiran bahwa ini penipuan. Saya pun langsung meminta maaf dan kembali ke dalam rumah tanpa melihat kembali orang tsrsebut. Saya keburu dongkol karena jengkel dengan penipuan berkedok maulid. Sungguh hina.

Namun ketika sedang memasak, saya seperti tersadar bahwa yang saya pikirkan semata hanyalah prasangka yang teramat buruk. Bukan tidak mungkin orang tersebut memang benar-benar dalam tujuan mulia untuk meminta sumbangan. Sementara saya dengan sinis hanya melihat sekilas dan langsung memalingkan wajah. Sombongnya.

Maafkan hamba-Mu yang sombong ini. Belum kaya tapi udah milih-milih soal sedekah. Padahal dulu waktu SMA saya juga pernah keliling door to door untuk minta sumbangan untuk acara sekolah. Sepertinya saya dibuat alpa oleh syaiton yang berterbangan dimana-mana (nyalahin setan). Semoga orang yang tadi saya sinisin memaafkan kesombongan saya. Mudah-mudahan dia gak sakit hati dan mendoakan yg jelek untuk saya. Amin ya Allah....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini ^-^