Jumat, 29 Agustus 2014

Menulis novel itu....

Susaahhhhhhhh bingitzzzzzzz!!!!
Makanya kalo ketemu sama novel yang alur ceritnya gak jelas dan ceritanya gak mutu, jangan keburu mengejek dengan sembarangan, kita kan gak tau jangan-jangan penulisnya sampe bersusah payah berdarah-darah menyelesaikan novel itu! Plis, klo suatu saat saya nerbitin novel, kalo mau kritik jangan pedes2 banget yak!

Sebetulnya saya lagi mengalami hal itu. Saya sedang dalam proses menulis novel dengan bersusah payah dan berdarah-darah (digigitin nyamuk tengah malam). Kesusahan saya yaitu :

1. Susah mengatur waktu
Nyempil2in waktu ketika anak lagi asyik sendiri atau ketika dia udah tidur di malam hari. Ini berimbas pada lingkaran mata saya yang semakin menggelap. Memang susah nyari waktu 'pewe' buat nulis. Mungkin untuk ibu-ibu yang punya pembantu bakal lebih mudah mengaturnya. Tapi yah sudahlah, tantangan untuk saya pribadi.

2. Gak biasa nulis novel
Ini kali pertama saya mencoba membuat novel. Dimulai 9 bulan yang lalu dan belom brojol juga sampai sekarang. Saya sudah berusaha menulis tanpa lihat2 halaman melulu, bahkan saya sengaja gak lihat sudah halaman berapa. Mengira sudah halaman 80, eh ternyata masih halaman 40, padahal kayaknyaa jari dah mau rontok ketak-ketik molo.
Saya ini penulis cerpen, kalo nulis cerpen, langsung jadi sehari. Satu jam bisa jadi. Karena bikin cerpen itu gak pusing. Ceritanya singkat dan gak kemana-mana. Kalo novel kan harus ke mana-mana. Pusing dah.

3. Ngantuk
Saya agak susah melawan ngantuk. Tidur siang itu pasti, soalnya anak saya selalu tidur siang dan ngeliat dia bobok jadinya ngantuk deh, hahah.

4. Gak konsisten
Saya gak bisa menetapkan target sehari harus nulis berapa halaman. Karena saya gak bisa se-konsisten itum pengennya sih sehari 10 halaman. Boro2.

5. Belum terbiasa
Mungkin klo dah sering nulis novel jadi biasa nulis panjang-panjang yaa? Dulu sebelumnya saya bikin buku personal litelature bidan galau, lamanya 2 tahun. Dan kini saya membuat novel 9 bulan lamanya. Sebenernya udah tamatn tapi kayaknya musti dipanjangin biar masuk standar panjang naskah novel (masi kurng 40 halaman) fiuh. Padahal itu cerita udeh dipanjang-panjangin. Mungkin itu kali ya yang membuat novel 'sampah' bertebaran. Akibat penulis lebih berkonsentrasi ke 'manjang-manjangin' naskah. Yeah mungkin novel yg lg saya buat ini hanya novel sampah. Selalu ada yang pertama untuk segalanya. Biarlah yang pertama menjadi yang terburuk, mudah2an ke depannya bisa lebih baik. Aminn


----


Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini ^-^