Senin, 10 Maret 2014

Takdir



Kugenggam erat ponselku dengan jemari yang mulai berkeringat. Waktu rasanya lama sekali. Aku menunggu detik-detik dia menjawab apa yang baru saja aku katakan. Entahlah, menjawab atau hanya menanggapi saja juga tak apa, asalkan tak terus hening seperti ini. Aku tahu Radit masih di sana, masih memegang ponselnya juga sepertiku. Mungkin ia sedang memikirkan kalimat apa yang harus ia katakan kepadaku. Aku tahu ini gila. Radit adalah sahabatku selama setahun ini. Dan baru saja aku malah mengatakan perasaanku yang sesungguhnya. Perasaan bahwa aku jatuh cinta padanya dari awal kami bersahabat. Aku tahu ia sudah punya Lina. Seseorang yang cantik dan sempurna untuk mendampingi Radit yang berwajah tampan dan sangat menarik. Aku tahu ini gila. Membuka kenyataan yang selama ini kusembunyikan rapat-rapat dan lalu aku bongkar begitu saja. Bukan apa-apa, Perpisahan SMA sudah digelar kemarin, Radit dan aku akan kuliah di tempat berbeda. Kami tak akan berjumpa lagi. Kuharap pernyataan cintaku ini akan menjadi dialog terakhir diantara kami.
Aku tak berharap Radit menjawab macam-macam, aku hanya ingin dia menanggapi saja, karena aku pun sudah tahu apa jawabannya. Aku dan Radit memang berbeda. Aku pendiam dan Radit periang. Aku miskin dan Radit anak orang kaya. Memanglah pantas Lina yang jelita dan juga kaya menjadi kekasihnya. Aku hanya pantas sendirian. Menangisi takdir yang tak berpihak padaku.
“Dit, kenapa diam?” aku memecah keheningan.
“Kamu gila! Kita ini sama-sama lelaki!” katanya singkat yang diiringi dengan nada telpon dimatikan. Aku hanya terdiam dan merenung dengan ponsel masih menempel di telingaku.

***

tulisan ini diikutkan dalam lombanya @LiaaNuridaa #GoldenMoment :))

5 komentar:

  1. lama ga update neh kayaknya
    ini cerita cinta sejenis gitu maksudnya ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iye nihhh,,, lg males haha :D
      iya yan, sejenis gitu deh, gak tersinggung kan ya?? wkwk :p

      Hapus
  2. Balasan
    1. iya kak haha, ini tulisan buat lomba, ceritanya pengen bikin akhiran yang JRENG gitu,huhu :D

      Hapus
  3. harusnya jadi transgender dulu baru nembak si radit mungkin bakal beda jawabannya :v

    BalasHapus

komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini ^-^