Minggu, 23 Februari 2014

Being Happy

 
YES!
 Lakukan apa yang membuat kita bahagia. 
sesuatu yang menyiksa hati, lebih baik tinggalkan saja.

Quote siapa tuh? Bukan siapa-siapa. Hanya kata-kata yang saya bikin-bikin. Menurut saya, sekarang ini masih banyak orang yang menyiksa dirinya sendiri dengan melakukan sesuatu yang tidak ingin ia lakukan. Melakukan sesuatu lalu ia mengeluh. 

"Duh, kerjaan gue di kantor banyak banget! capek!"

Sahabat saya pernah bekerja di suatu tempat yang ia bilang sangat tidak nyaman, kerjaan yang bikin capek dan adanya konflik diantara teman kerja. Memang gajinya besar, itulah yang membuat ia bertahan sampai satu setengah tahun di sana, sebelum akhirnya ia menyadari bahwa gaji bukanlah segalanya.

Dan kini sahabat saya tersebut sedang sibuk-sibuknya menjadi anggota relawan. Tidak digaji! Tapi ia tampak senang dengan kegiatan barunya ini. 

Uang memang bisa membuat bahagia, 
tapi uang bukanlah segalanya.

Saya ibu rumah tangga.Banyak orang berpikir bahwa menjadi ibu rumah tangga itu adalah suatu pilihan yang berat. Meninggalkan masa lajang yang bebas ke mana pun pergi tanpa dibebani dengan mengurus anak. Orang yang bilang begitu, pasti belum tahu rasanya mengurus anak.

Mengurus anak itu saya akui, butuh tenaga lebih. Anak saya adalah anak yang saya tunggu-tunggu kelahirannya (hamilnya 10bulan 5hari).Yang akhirnya dititipkan Allah kepada saya. Sungguh tidak pantas untuk menamakannya sebagai beban. Ketika lelah itu datang, saya usahakan tidak mengucapkannya di bibir bahkan di hatipun jangan. Saya membayangkan, jika saya tua nanti, jangan sampai anak saya mengeluh ketika mengurus saya :)

Jadilah ibu yang bahagia. Itu yang sedang saya coba jalani. Sambil mengurus anak, saya masih bisa melakukan apa yang membuat saya senang. Kebetulan saya orang yang senang dengan banyak hal, seperti menjahit, menulis, membaca, online, masak-masak yang aneh-aneh, dan lainnya. Tentunya hal itu saya lakukan ketika anak saya sedang tidur :p

Tapi saya lihat, banyak juga ibu-ibu yang masih ingin bekerja. Banyak tipe orang yang 'tidak betah' diam di rumah. Inginnya jalan terus, maunya kerja (bukan saya banget :p). Tidak ada yang salah dan tidak ada yang menyalahkan kalau seorang ibu memilih untuk menjadi wanita karir. Selama itu membuat ibu bahagia dan tidak ada yang dirugikan, kenapa tidak. Dengan catatan, ibu meninggalakn anak pada orang kepercayaan yang mengerti tentang kebutuhan anaknya. Menurut saya tidak apa-apa. Soalnya akhir-akhir ini banyak sekali orang yang merendahkan ibu bekerja. Katanya mereka itu ibu yang tidak peduli dengan anaknya. Ya ampun, biasa sajalah, itukan keputusan pribadi ia dan keluarganya. Ia dan keluarganya saja biasa saja, kenapa kita yang repot. Jadi ibu rumah tangga atau jadi ibu wanita kair, apa saja, yang penting bahagia.

Bekerja di tempat yang dirasa kurang nyaman. Lebih baik cari pekerjaan lain. Jangan berdalih "Nyari kerja lain susah!" intinya, sudah dicoba belum? Dicoba dulu sampai ketemu. Saya tahu kok rasanya susah mencari kerja. Sebelum menikah, saya sempat bekerja menjadi Desainer Grafis, padahal ijazah saya Bidan. Aneh kan? Saya memang berkeinginan bekerja sebagai Desainr Grafis (keinginan dari SMA). Tapi namanya usaha, akhirnya ada yang mau menerima saya dengan latar belakang seperti itu. Kalau mau diusahakan, pasti dapat apa yang kita mau.

Kalau terus melakukan apa yang kita tidak suka, ujung-ujnungnya pasti mengeluh dan lalu tidak bersyukur dengan gaji yang di dapat. Biasanya ya, gaji yang tidak disyukuri, walau sebesar apapun, pasti akan habis begitu saja tanpa kita sadari.

Coba dihitung, dalam sehari bekerja, berapa kali mengeluh? mengeluh capek, kerjaan banyak, bos yang menyebalkan, istirahat sedikit dan lain sebagainya. Kalau mengeluhnya terlalu banyak, lebih baik coba buka jobstreet.com , siapa tahu ada pekerjaan lain yang lebih enak :p

Say No to MAGABUT!
BERSYUKUR
Bersyukur itu sumbernya bahagia. Makin bersyukur, makin bahagia. Untuk yang sudah muak kerja di kantor, coba lihat tukang pecel lele. Setidaknya kantor anda ber-AC dan tidak perlu mejeng di pinggir jalan seperti mereka. Untuk yang bekerja sebagai tukang pecel lele, coba lihat para pemulung sampah. Setidaknya anda tidak perlu menelusuri jalan berdebu dan panas matahari untuk mencari sampah. Dan untuk para pemulung sampah, coba lihat para pekerja kantoran itu. Setidaknya anda tidak seperti mereka yang tidak mensyukuri gaji jutaan itu, hehe :p

Do What You Love
Love What You Do

Selalu ada hal yang layak untuk disyukuri dan jadilah orang yang selalu bersyukur, maka bahagia itu akan datang :))
 

Ketika Kesenangan berbuah kesuksesan
 

tulisan ini diikutsertakan dalam kuis buku Dear Faris
yg mau ikutan klik gambarnya :))

http://ariansahidi.blogspot.com/2014/02/kuis-buku-dear-faris.html

3 komentar:

  1. klo hari gini nyari kerjaan yang sesuai passion susah banget, cuma orang yang beridealisme setinggi monas yang bisa survive. gw sendiri awalnya sangat ga nyaman sama kerjaan gw tapi sering berjalannya waktu gw mencoba (memaksakan) menempatkan diri gw dalam posisi nyaman di bidang tersebut, dan hasilnya TETEP G NYAMAN

    BalasHapus
  2. "Uang memang bisa membuat bahagia, tapi uang bukanlah segalanya"... kurang setuju seh saya punya uang 1000 kagak bahagia pun :v ..
    ini posting agak menyesatkan, mengajarkan orng buat berhenti kerja :v , Kalau terus melakukan apa yang kita tidak suka, ujung-ujnungnya pasti mengeluh dan lalu tidak bersyukur.. tapi bukankah tekanan kerja atau apapun katanya yg bikin gak betah kerja itu yg bikin kita makin dewasa "jika" sanggup mengangkatya.. mengeluh itu boleh dalam hati saja .. ah abaikan komen aku ini aku sendiri bingung mau menuangkan isi pikiranku menanggapi postingan ini :v intinya jadi diri sendiri dan bahagia sendiri itu boleh, tapi bukankah membahagiakan orng laen jauh lebih baik,apapun tekanannya itu

    BalasHapus

komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini ^-^