Kamis, 09 Januari 2014

bahas buku CEO KOPLAK

Buku CEO KOPLAK ini waktu itu dibeli sama suami saya. Saya yang terima pas di rumah cuma seneng-seneng aja dapet bacaan baru getoh, hahah lumayan.

CEO KOPLAK

Pas beberapa menit baca, oh ternyata ini semacam buku personal litelature ya? jadi penulisnya, @edi_akhiles dalam buku itu menceritakan bagaimana dia membangun sebuah perusahaan penerbitan yang sekarang mulai terkenal dan eksis, DIVApress. Gimana dia menjalani jabatannya sebagai CEO secara 'koplak'. Salah satunya seperti menerima karyawan atas dasar kasihan daripada nganggur gak punya pengahsilan dan juga membuat  akun @divapress01 dengan format yang gokil.

Buku dengan format personal litelature semacam buku ini, pastilah menyelipkan pandangan-pandangan pribadi si penulisnya. Saya tertarik dengan beberapa statement penulis dalam buku ini. Salah satunya, bagaimana si penulis begitu sebal dengan Andrea Hirata, pengarang Laskar Pelangi. Karena Andrea Hirata katanya akan mempidanakan siapapun yg mengkritik tulisannya (saya juga baru tau). si penulis pun gak sgan-segan bilang #guebantingbukunyakecomberan! haha.

dan satu lagi pandangan si penulis yang menarik perhatian saya adalah, si pnulis begitu membenci para penerbit indie, bahkan menuliskan bahwa penerbit indie itu  'pebisnis sialan' yang memanfaatkan semangat para penulis pemula. Penulis pemula yang merasa mengirim ke penerbit mayor adalah suatu cara yang susah, kemudian penerbit indie datang bak malaikat yg menawarkan jasa berbayar.

Menerbitkan tulisan itu sejatinya tidak mengeluarkan biaya. Namun penerbit indie membuatnya menjadi berbayar. bahkan katanya, penulis indie itu membuat orang 'merasa' pintar membuat buku.

hmm. Saya sebutulnya agak tersinggung juga, karena saya merupakan salah satu penulis yang memakai jasa penerbit indie. Sebenernya memang betul semua kata2nya di buku itu. Saya yang memakai jasa penerbit indie Nulisbuku.com, sebetulnya memakai layanan yang mereka sebut 'gratis', walaupun kenyataannya saya juga harus  mengeluarkan uang karena penulis diwajibkan untuk membeli bukunya sendiri yang katanya untuk proofreader. sejatinya tak ada kata gratis untuk penerbit indie. ya namanya juga penerbit yang bermodal sedikit, kalau bermodal banyak ya langsung saja bikin penerbit mayor haha :D

eh tapi saya sebenernya pengen kritik sedikit tentang buku CEO KOPLAK ini. Walau di terbitkan oleh penerbit mayor, ternyata masih ada kesalahan penulisan yang saya dapat, seperti kata saya dan gue yang sempet tercampur. Juga bagian komiknya yang terasa agak kaku menurut saya,hehe.

haha apaan sih postingan ini, editor bukan, tapi sok-sok menilai sebuah buku :p








1 komentar:

  1. Buku kan dinilai oleh pembaca mbak.
    Jadi, gak salah kita mengkritik sebuah buku.
    :D

    BalasHapus

komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini ^-^