Senin, 02 September 2013

Memilih Sumber Berita

jaman sekarang, media bisa dibolak balik. eh, enggak deng, udah dari jaman soeharto dulu. inget kan, perihal film G30S PKI itu??? yang ternyata udah direkayasa sedemikian rupa dan mendoktrin orang-orang dari anak-anak sampai dewasa.

jaman sekarang jamannya media bebas berkoar. baik media yang besar yang terkenal maupun media-media kecil. jejaring sosial juga tempat yang strategis untuk media informasi. tinggal share, beres.

makin banyaknya portal berita, kita semakin leluasa mengetahui segala apa yang terjadi di negeri ini maupun di luar negeri sana. tapi ternyata kebebasan menyebarkan informasi, terkadang disalah gunakan oleh pihak-pihak dengan kepentingan tertentu.

pernah gak, membuka iklan berita di samping kiri timeline facebook? biasanya banyak iklan dengan narasi singkat yang menghebohkan. waktu itu saya pernah nge-klik!

waktu itu berita tentang ariel noah. zumveh, saya kagag nge-fans. aseli! cuma, waktu itu narasi singkat itu menggoda say untuk nge-klik. bunyi narasinya gini "foto mesra ariel noah dengan model. siapakah model itu?". pikir saya, idih, ngapain lagi nih si ariel, dan siapakah model itu? (terprovokasi). dan saya klik lah link berita tersebut. dan betapa aneh saat saya buka, ternyata isi beritanya malah kebalikannya. salah satu kalimatnya begini kira-kira "foto ariel bersama model XXX terlihat biasa dan tidak mesra, justru di salah satu foto mereka berekspresi lucu"

LAH??
ini aneh. narasi berita sama isi berita kok gak sama?? kayak ketipu. akhirnya kalo ada berita-berita kayak gitu yang bikin penasaran, saya gak lagi mau nge-klik. apalagi seringkali iklan di facebook itu mengandung gambar pornografi. langsung saya delete aja iklannya. buat apa sih bikin berita kayak gitu? biar visitor banyak?? visitor banyak tapi beritanya menipu ya buat apa? orang juga males.

media sekarang juga banyak yang asal copy paste tanpa mencari tahu dulu kebenarannya. berlaku juga untuk orang yang sering share ini itu tanpa tau bahwa berita yang di-share ternyata tidak benar.

situs sebeken yahoo.com pun gak luput dari kesalahan berita. seperti yang kemarin terjadi, tentang kematian ibunda utada hikaru yang meninggal karena jatuh dari ketinggian, malah diberitakan tergeletak di kamar. kan jauh banget.

makanya, walau portal medianya terkenal, jangan langsung percaya begitu aja. biasanya di balik media itu ada orang dengan kepentingan tertentu. bisa jadi media itu miliknya partai si anu. hal ini juga berlaku buat stasiun tv. tau kan stasiun tv yang selalu menjelek-jelekkan partai tertentu dan membela partai tertentu juga? ya itulah contohnya. saya sih mendingan gak usah nonton.

saya punya satu portal berita yang saya percaya. namanya fimadani.com (eaaa promosi). soalnya yang ngurus situsnya orang yang saya kenal dan juga saya sempat ikutan jadi penulis artikel di situ (tentang kesehatan). se-enggaknya saya tahu betul kenalan saya itu bukan orang yang suka bikin cerita bohong dan fitnah hanya demi visitor yang banyak. kalau memang situs kita memberikan menfaat, gak usah pake berita bohong juga pasti banyak yang mengunjungi.

gitu deh. hati-hati sama berita-berita jaman sekarang. terkadang berita-berita itu dibungkus secara apik dan profesional agar otak kita terpaksa membenarkan berita tersebut. hati-hati.

1 komentar:

  1. saya pilih viva dan detik , atau compas, kalau di tv SCTV sama TVone

    BalasHapus

komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini ^-^