Senin, 06 Agustus 2012

ambil hikmahnya

Lingkungan itu…

Ini Cuma sebuah cerita. Cerita dari zaman saya SMA dulu. Sebenernya udah lama banget pengen posting di blog, tapi lupa mulu *ceritanya sekarang lagi inget*

Jadi, dulu waktu baru masuk SMA, saya belumlah berjilbab seperti sekarang. Setelah lulus SMP, saya masih berpenampilan seperti cewek tomboy. Sama sekali tidak suka memakai rok dan lebih suka memakai celana pendek basket.

Beranjak ke semester dua di kelas satu SMA, Alhamdulillah saya mendapatkan hidayah untuk memakai jilbab. Waktu memakai jilbab saat itu, saya belum tahu menahu soal islam. Sholat pun masih bolong-bolong.

Hari pertama saya memakai jilbab cukup menghebohkan anak sekelas. Karena saya memang tak member tahu siapapun untuk berjilbab. Dan tiba-tiba salah satu temen saya yang anggota rohis mengajak saya untuk mesuk rohis. Saat itu saya tak terlalu tertarik dengan organisasi itu. menurut saya itu organisasi yang terlalu serius. Tapi karena yang mengajak adalah temen yang cukup akrab, saya pun mau ikutan.

Dan di rohis inilah cerita saya mengenal dua sosok yang akan saya ceritakan. Dua orang kakak kelas saya. Dua orang akhwat berjilbab lebar yang aktif di sekolah, baik rohis ataupun di OSIS. Sebut saja namanya kak Rin dan kak Jo.

Pertama kali melihat mereka berdua, saya pikir kembar. Sama-sama cantik dan putih. Ke mana-mana sering berdua. Bahkan suatu hari, saya pun pernah bertemu mereka sedang asik berenang di gelanggang renang khusus wanita. Mereka begitu akrab, menurut saya.

Sering kali mereka menjadi panitia di acara-acara sekolah. Mereka orangnya sangat asik di ajak ngobrol dan pandai berbicara. Mereka adalah sosok-sosok wanita sholehah impian lelaki. Aktif berdakwah dan menyibukkan diri dengan kegiatan yang bermanfaat. Bahkan prestasi di sekolah pun tidak dapat diragukan.

Dan berita sedih pun datang. Saat itu saya naik kelas ke kelas 12. Kedua kakak sholihah itu pun lulus dari SMA saya. Menurut yang saya tau, Kak Jo di terima di Universitas Indonesia, sementara Kak Rin melanjutkan sekolah ke luar negeri di London. Waw, berita yang tidak mengherankan untuk mereka yang memang berprestasi itu.

Bulan-bulan pun berlalu dan saya pun mulai disibukkan untuk persiapan UN. Tiba-tiba kabar itu datang. Datang entah dari siapa, saya pun lupa. Kabar itu mengenai kak Rin. Saya dan temen-temen rohis shock mendengar kabar itu.

Saat itu facebook belumlah setenar sekarang. Dulu friendster lah yang menjadi tempat gaul dunia maya. Saya pun mencoba menggali informasi mengenai kebenaran berita tentang kak Rin lewat friendsternya. Dan ternyata berita itu benar adanya.

Busana kak Rin semenjak di London menjadi ‘aneh’. Dalam artian sama sekali beda dari yang dulu. Jilbab panjangnya yang dulu senantiasa berkibar, telah tergantikan oleh jilbab mungil, bahkan di foto terlihat sedikit lehernya yang putih. Rok lebarnya pun sudah tergantikan celana jeans. Bahkan di salah satu foto berjudul ‘prom nite’, kak Rin memajang fotonya memakai baju kemben (bahu terbuka dan tidak berlengan) namun masih memakai jilbab yang dililitkan (?) sungguh aneh, plus menggandeng seorang cowok bule berjas hitam. Naudzubillah.

Ada apa gerangan kak Rin berubah sedemikian rupa? Saya yakin tak hanya saya yang punya pertanyaan seperti ini. Dan saya yakin telah banyak pula yang bertanya seperti itu pada kak Rin. Terlihat dari status-status friendsternya yang menggambarkan bahwa orang lain tak ada yang tahu apa yang ia alami di London dan ia sangat membenci orang-orang yang menuduhnya macam-macam.

Memang terlihat di koleksi foto-fotonya di London, tidak ada temannya yang berjilbab. Mungkin pengaruh lingkunganlah yang merubah ia menjadi demikian. Mungkin ia berpakaian setengah terbuka dan setengah berjilbab itu pun adalah gambaran kebimbangan hatinya, antara mengikuti lingkungan ataukah bertahan dengan keyakinannya. Yang pasti semua orang yang pernah mengenal dia sebelumnya pastilah menjadi sedih. Ia hanya setahun di sana, namun setahun saja rupanya cukup untuk merubah seseorang.

4 tahun sudah saat itu berlalu. Saya kembali melihat facebook kak Rin. Kini ia telah resmi membuka jilbabnya. Bahkan salah satu foto profilnya memperlihatkan dirinya hanya mengenakan tanktop. Saya dulu tidak begitu akrab dengan kak Rin, jadi saya tidak tahu, apakah setelah pulang dari London temen rohisnya zaman dulu ada yang mencoba mengajaknya kembali berjilbab atau tidak.

Yang pasti kedua kakak kelas saya itu, kak Rin dan Kak Jo telah berbeda jalan. Kak Rin yang telah berubah gaya hidup sementara kak Jo kini masih menjadi akhwat aktivis, bahkan kemarin sempat muncul di tivi untuk iklan sosial pemberdayaan masyarakat.

Hidup memang tidak bisa ditebak. Saat ini kita begini, tahun depan mungkin tidak begini lagi. tergantung bagaimana kita menjalaninya. Terkadang saya juga dihantui ketakutan, akankah suatu hari iman saya akan tergoyahkan oleh godaan setan untuk memangkas jilbab atau bahkan melepas jilbab??. Terkadang juga terbayang jikalau saya tidak berjilbab mungkin saya bisa begini dan begitu. Jika saja.. jika saja…

Dan mudah-mudahan itu hanya sekedar ‘jika-jika’ biasa dan tidak akan terealisasikan. Amin.

1 komentar:

  1. nama disamarkan (?)
    ini terlalu samar..
    (-__-)
    hahahhaahahah

    BalasHapus

komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini ^-^