Sabtu, 15 Januari 2011

PKL BANJAR PART 2

Cerita kali ini masih sama.

BANJAR 6 januari 2011

Yup saya masih di sini dan belum bosan tinggal di sini. Bahkan menurut saya waktu 3 minggu belumlah cukup untuk me-refreshing kepenatan saya tinggal di Jakarta. Walau di sini semua serba udik a.k.a kampungan, tapi saya senang. Alam di sini masih alami. Segar unutk bernapas. Tak seperti Jakarta yang embun paginya adalah asap motor.

Kali ini ini saya ingin menceritakan tentang orang tua asuh saya. Yang subhanalloh menurut saya. Yup, sang bapak kades dan ibu kades.

Pak kades beristri satu (yaeyalah) dan beranak (baru) tiga. Pak kades yang subhanalloh ini punya mushola sendiri, yang kerap dipakai untuk sholat berjamaah bagi orang-orang setempat. Setiap sholat pasti pak kades yang mengimami. Saya pun yang tinggal di sana Alhamdulillah jadi asik sholatnya, soalnya jamaah-an terus.

Setiap sehabis sholat maghrib berjamaah diadakan pengajian bagi anak-anak. Lagi-lagi sang bapak kades yang memimpin. Umur bapak kades belum tergolong tua, masih muda, belum menginjak kepala empat. Tak terbayangkan sibuknya menjadi kepala desa, mengurusi 31 RT dan beribu jiwa warga. Setiap hari mungkin ada saja masalah yang terjadi. Mungkin kalau orang sibuk di kota Jakarta, sangkin sibuknya, tak lagi ingat sholat, apalagi sholat jama’ah bahkan mengaji barang selembar saja pun ogah. Sibuk katanya.

Tapi pak kades saya lain. Seorang pemimpin yang oke menurut saya. Walau sibuk dari pagi hingga sore. Tapi tetap menyempatkan waktu untuk sholat subuh dan maghrib berjamaah bersama masyarakat. Bahkan ngajar ngaji segala. Pernah waktu itu pak kades dan ibu kades pulang kerumah hanya untuk sholat ashar berjamaah berdua di mushola, lalu kembali lagi ke kantor. Memang terkesan gak penting, namun menurut saya itu romantis. Saat- saat sholat jama’ah berdua dengan pasangan sungguh saat yang romantis. Maklum, bapak kades dan ibu kades memang pasangan yang mesra menurut mata saya.

Bu kades selalu ada di saat pak kades mengimami sholat, di saat pengajian, pokoknya di mana ada pak kades di situ ada bu kades. Pernah waktu itu sehabis sholat subuh, para jamaah telah pulang. Hanya pak kades dan bu kades di sana. Pak kades masih berkutat dengan dzikirnya, sementara si ibu tertidur dipangkuannya. Wah, lagi-lagi mereka terlihat mesra. Saya jadi iri, hehe. Bagaimanapun saya kagum dengan mereka-mereka ini. Yang walau sibuk dengan kegiatan duniawi, tapi masih bisa menjadi seorang yang sholeh dan sholehah. Semoga keluarga pak kades selalu diberkati Alloh. Amin. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini ^-^