Sabtu, 15 Januari 2011

merenung

Jarum jam terus berdetik, memecah keheningan. Di kamar yg gelap ini aku kembali menyadari, betapa aku adalah seorang pengecut, di luar sana orang-orang sibuk berkoar-koar tentang agama, berdakwah menyerukan kebenaran serta membawa ummat menuju jalan kemenangan.

Sementara aku? hanya terdiam disini takut akan ketidakmampuan diri. Kalimat “ saya belum siap” atau “ilmu saya belum banyak” kerap kali terucapkan bibir ini. Itu hanya sebuah alasan. Ya, alasan yang dibisikkan iblis ke telingaku. Bisikkan yang membuatku selalu ragu untuk melangkah di jalan dakwah. Bisikkan yang menghisap seluruh keberanianku untuk maju. Selalu saja, ketika datang waktu untuk berdakwah, untuk menyampaikan ajaran suci, bisikkan itu menyeruak masuk ke telingaku, merasuk di otakku dan menjadi sugesti dalam diriku. Aku merasa sangat tidak mampu.

Tapi aku tahu semua da’i yang kini terkenal, pastilah dulu juga sepertiku. Pernah melangkah untuk kali pertama dengan seribu keraguan. Namun ketenaran mereka kini membuktikan bahwa iblis bukanlah tandingan mereka. Mereka mampu mengalahkan bisikkan bisikkan keraguan itu, melangkah maju walau dihadang bermacam cobaan. Ketenaran itu sebagai bukti untuk kemenangan mereka. Aku ingin seperti mereka. Bukan.. bukan ketenaran, namun keberanian untuk melawan bisikkan-bisikkan iblis itu. Bahkan mungkin melawan ketidakmampuan diri. Melangkah mantap dengan memohon pertolongan dari-Nya.

Jarum jam terus berputar, waktu bergulir. Keraguan hati ini harus dilenyapkan! Jangan sampai aku tertinggal disini. Menjadi seorang yang tak menggoreskan apapun di jalan dakwah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini ^-^