Sabtu, 15 Januari 2011

goresan

-------------------------------------
Gadis itu menatap lekat-lekat foto di tangannya. Melihat kembali foto dirinya dalam ukuran 3x4. Akhirnya setelah yakin ia pun memasukkannya ke dalam sebuah amplop yang bertuliskan sebuah alamat di depannya.

Yth. Redaksi sahabat pena, Koran Singgalang minggu

Senyum simpul terbentuk di bibirnya, berharap surat yang dikirim sampai pada alamat yang dituju.

Sahabat pena…
Ahh, apa ya rasanya memiliki sahabat pena? Sepertinya sangat menarik. Mempunyai teman untuk berbagi cerita. Teman di suatu tempat yang jauh. Saling bercerita tentang keadaan kota masing-masing. Dan mungkin juga saling bercerita tentang permasalahan masing-masing. Setidaknya itu yang ia lihat dari teman-temannya yang mempunyai sahabat pena. Tak sabar rasanya ingin punya sahabat pena juga.

Hari berganti hari, akhirnya yg dinantikanpun terjadi. Fotonya terpampang di Koran ternama di kota itu. Bersama sederet foto-foto lainnya di kolom rubrik sahabat pena. Seyum mengembang di wajahnya. Langsung terbayang ia akan mendapat surat dari seseorang nun jauh di sana untuk memintanya untuk jadi sahabat. Ahh tak sabar hatinya menunggu sepucuk surat datang ke alamatnya.

Hari yang dinanti tiba,sepucuk surat datang. Dari seorang yang meminta uluran tangan persahabatan. Seorang lelaki yang dengan semangat bercerita tentang dirinya. Tentang ketertarikannya pada tanggal lahir mereka yang ternyata hanya beda sehari saja. Tentang segala hal yang menarik di kotanya. Tentang hal-hal yang menarik baginya. Tentang hari-harinya.

Setahun berlalu. lembar demi lembar surat ditulis dengan tinta persahabatan. Sampai akhirnya persahabatan itu pun dipertanyakan keberadaannya. Lembar demi lembar tak lagi berisi cerita seputar daerah masing-masing. Namun kini lebih kepada sesuatu yang lebih mendalam. Tentang perasaan masing-masing.

Hati tak bisa dibohongi, perasaan tak bisa dipungkiri. Dan ijab Kabul pun terucapkan.

Betapa misterinya cinta
Dan betapa uniknya takdir ….
Begitu mendebarkan…


--------------------------------------------
Sahabat pena.. yang jaman dulu terpampang di belakang buku pelajaran SD, inget ga?Mungkin kalo jaman sekarang sahabat pena ini sejenis sama chatting di facebook ato di YM mungkin ya…? Lucu juga mengingat gimana ribetnya surat-suratan, blom lg kalo lg nunguin balesannya, bisa seminggu! Kalo sekarang sih tinggal sms, ga sampe semenit udah dibales, kalo ga dibales pasti langsung cembetut sambil miskol2in..hehe. kalo ga puas chatting2an, bisa video2an..hhmmm. ngeri juga ya kalo liat kemajuan teknologi jaman sekarang. Kira-kira masih ada gak ya yang maen sahabat pena?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini ^-^