Sabtu, 15 Januari 2011

AKHI..KAU MEMBUATKU BERUBAH

may,9 2010

Pertama kali kulihat dirimu. Tertarik aku pada ketampanan wajahmu, cara bicaramu dan senyummu. Ku selalu amati gerak-gerikmu. Ketika kau ke kantin, ku amati apa yang kau makan, sama saja…tak ada beda dengan orang lain. Tapi mengapa pesonamu sungguh cemerlang dibanding yang lain.

Semua wanita mengagumimu. Semua percaya kepadamu. Tak heran jika ada acara-acara di sekolah kau selalu tampak berpidato singkat di podium sebagai ketua panitia. Kau sorotan semua orang.

Kulihat lebih lama ada yang lain dalam penampilanmu. Celanamu kerap digulung lucu di bagian bawah dan jenggot tipis yang biasa menggangu penampilan bagi lelaki yang lain malah kau biarkan menghiasi wajah tampanmu yang selalu tampak berseri sehabis dhuha.
Kamu alim, kamu anak rohis. Sementara aku, hanya seorang wanita yang berjilbab seadanya, jilbab seksi kalo kata orang. Tak mengenakan rok-rok lebar layaknya akhwat2 itu, jeans-lah teman setiaku. Sholat pun jarang. Ya wajar, aku kan berjilbab karna disuruh orang tua. Sesekali aku pergi jalan ke mal dengan temanku malah tidak pakai jilbab. Pakai jilbab itu panas ah, tapi… begitu melihatmu akhi,, jilbab ini serasa ber-AC.

Tiba-tiba bintang itu jatuh padaku. Aku mulai menarik perhatianmu. Kau mulai menyadari kehadiranku ketika aku ikut acara-acara rohismu, ikut menjadi panitia bersamamu, bahkan ber-sms denganmu sekedar membahas perihal acara rohis.

Sampai kau mengatakan bahwa aku lebih cantik jika memakai jilbab panjang. Aku tersipu. Segera ku ubah penampilan ini agar lebih terlihat ‘rohis’ dimatamu. Jilbabku perlahan mulai panjang, bajuku tak lagi ketat seperti dulu. Rok mulai aku biasakan. Sungguh akhi,,,kau membuatku lebih baik.

Pengajian liqo pun kau carikan untukku. Sungguh kau perhatian padaku. Selalu men-sms-ku agar aku tak lupa dhuha. Selalu ingatkanku untuk bertahajjud di malam hari. Mengajak berpuasa bersama di hari senin dan kamis. Dan segala hal lainnya yang tak pernah kukerjakan sebelumnya.

Sms-mu kini telah menjadi makanan sehari-hariku, jadi pengobat dahagaku. Kau menjadi kebutuhanku. Tiada hari tanpa sms semangat darimu. Senyummu kini selalu tersungging tatkala tak sengaja kita bertemu.

Sholatku tak lagi ketinggalan, sunnahpun selalu kukerjakan, bahkan di setiap doaku, selalu kusebut namamu akhi, agar kau yang menjadi pendamping hidupku nanti. Kau benar-benar sinar dalam kegelapan hidupku, menunjukiku jalan yang memang harusnya kujalani, membuatku meninggalkan semua yang berakibat dosa. Terimakasih akhi,,, kaulah penyelamat hidupku, kaulah satu-satunya yang aku inginkan. aku ingin menjadi bidadarimu di alam sana akhi,,,,


-----------------------------

Hari ini tak sengaja aku membaca sms itu,,,
Sms di hape seorang akhwat rohis yg menitipkan hapenya ketika berwudhu. tak sengaja terbuka olehku. Tak lain tak bukan sms itu darimu akhi… sms yang sama persis seperti yang kau kirimkan padaku hari ini. Aku bingung…apa maksud semua ini.

Kuberanikan bertanya padamu. Namun entah mengapa sms ku tak kunjung kau balas. Aku bingung,,,aku marah,,, tak mengerti arti semua ini…apakah aku dipermainkan wahai akhi???.
Sering kulihat kini kau berpaling ketika berpapasan denganku. Tak ada lagi senyuman itu. Sms-mu kini hanya sebatas perihal acara rohis. Kemunduran yang kurasakan pada hubungan kita. Malah sering kulihat kau senyumi akhwat-akhwat lain, sementara aku tidak. Sempat pula kudengar desas-desus kau dekat dengan seorang akhwat. Kutanyakan padamu, tak kunjung pula kau jawab.

Tak ada lagi sms-sms tausyiah darimu. Juga tak ada lg sms-sms yang mengingatkanku untuk sholat dan puasa. Tak ada lagi kudengar pujian cantik darimu dikala jilbabku lebar sempurna.

Dimana kau akhi-ku…..
Pergi ke lain hatikah dirimu???
Penampilanku, kebiasaanku, semua kuubah untukmu. Tak cukupkah itu??? Apa yang kau suruh selalu kulaksanakan duhai cintaku… tak cukupkah itu???

Aku sedih… aku kecewa…
Kau meninggalkan aku akhi…dalam kepatah-hatian ini…
Tak ada lagi alasan untuk aku sholat lima waktu, apalagi untuk bertahajjud. Dhuha tak lagi penting, puasa sudah tak ingat.

Aku sedih akhi…. Aku butuh kamu untuk berubah..aku butuh kamu…

Absen liqoku bertambah banyak. Jilbab tak lagi nyaman, bertambah panas sepanas hatiku saat melihatmu tersenyum pada akhwat lain. Jilbabku kian naik, hingga aku tak lagi peduli pada rambutku yang sesekali tampak terurai di bagian bawah jilbab, atau tipisnya bahan jilbabku yang menerawang memperlihatkan jelas telingaku. Toh kau tak lagi memperhatikan aku. Rok tak lagi aku kenakan. Aku kembali pada jeans ketatku yang memperlihatkan bentuk badanku.

Kubiarkan kau pergi akhi,,, dan biarlah aku mencoba menarik perhatian lelaki lain jikalau memang kau tak tertarik padaku lagi.


--------------------------------------------------------------------
Teruntuk sodari-sodariku disana yang tertipu para ikhwan sepotong yg kerap menebarkan senyum maut. Jangan tertipu cinta semu itu, karna cinta sejati-Nya lah yang abadi. Berubah bukan demi cinta pada sosok yang fana, tapi demi cinta pada-Nya.

2 komentar:

  1. kasiannya..tetap istiqomah ukh..ana jg prnah merasakan apa yg ukh rasakan

    BalasHapus
  2. waduh maap yak ini bukan cerita tentang sayah :p

    BalasHapus

komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini ^-^