Sabtu, 15 Januari 2011

ABORSI

Kali ini saya mau membahas tentang aborsi. Aborsi berarti berakhirnya masa kandungan sebelum sang janin lahir, alias janin meninggal dalam kandungan. Ada berapa banyak ya orang yang melakukan aborsi di Indonesia? Bentar ya, tak cek dulu….

--------------------------------------------

Aduh mak, saya search di mbah google, aborsi di Indonesia mencapai angka 2,6 JUTA PERTAHUN!!!! Innalillahiiii….. kejamnya para wanita Indonesia,,,ckckckck.

Ett tapi tunggu dulu, aborsi bukan hanya yang dilakukan dengan sengaja lho. Keguguran yang tanpa disengaja pun termasuk peristiwa aborsi.

Aborsi dari 2 jenis:
1. Aborsi spontan : aborsi yang terjadi tanpa kesengajaan yang sering kita sebut dengan ‘keguguran’
2. Aborsi dengan tindakan : aborsi yang disengaja dengan pertimbangan medis atau tanpa pertimbangan medis

Yang saya mau bahas di sini adalah : pertimbangan medis apa sih yang menjadikan seorang janin diperbolehkan untuk digugurkan/diaborsi??

Ada sebuah undang-undang yang sedikit lucu yang harus anda baca, yaitu Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992 pasal 15 ayat 1 sebagai berikut:

“Dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelematkan jiwa ibu hamil dan janinnya, dapat dilakukan tindakan medis tertentu”.

Di sini tampak jelas, jika aborsi dapat dilakukan/boleh dilakukan jika dalam pertimbangan untuk meyelamatkan si ibu dan si janin. Coba anda baca sekali lagi. untuk MENYELAMATKAN jiwa IBU HAMIL dan JANINNYA.

Helooo?? Tindakan aborsi mana sih yang menyelamatkan janin? Bunyi pasal ini bener2 ambigu yak? Kalo dibaca sekali kayaknya kalimatnya halus “untuk menyelematkan jiwa ibu hamil dan janinnya” padahal sama sekali gak nyambung. Jelas2 yang namanya aborsi itu membahayakan nyawa ibu dan janin.

Lain lagi dalam KUHP yang saya males meng-copy paste disini. Pokoknya banyak sekali pasal yang menerangkan bahwa bagi siapapun yang dengan sengaja melakukan aborsi serta yang membantu melakukan tindakan aborsi, akan dikenakan sangsi berat. Nah loh! Bertentangan dengan pasal 15 tadi. Kalau memang aborsi di dibolehkan, kok yang melakukan malah kena sangsi? Para dokter dan bidan pun bingung mau melaksanakan aborsi atau tidak. Ee.. ternyata dukun branak duluan ambil kesempatan,,eaaa.

Bingung juga ya, kayak buah simalakama.. Karena aborsi terlarang, banyak yang aborsi di dukun, yang notabene alat2nya gak steril, jadilah banyak ibu yang meninggal karena infeksi. Lain lagi kalo aborsi di legalkan, berapa banyak orang yang bakal aborsi di dokter atau bidan? Mending kalo alesannya bener, tapi kalo karena MBA dan sejenisnya? Mending dokter atau bidannya bener, kalo matre?

Aduh pusing yah, udahan dulu deh.

*nutup leptop*
*tarik selimut*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar anda sangat berarti untuk kemajuan blog ini ^-^